oleh

Putra Asli Empat Lawang Bisa Kendalikan Motor Melalui Android

ramaEMPAT LAWANG I Salah seorang Mahasiswa perguran tinggi Teknokrat Lampung, asal Kabupaten Empat Lawang, Rama Wijaya berhasil menciptakan sistem keamanan Sepeda motor berbasis mikrokontroler. Sistem keamanan yang diciptakan putra asli Kabupaten Empat Lawang, ini dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan Android.

Karena prestasinya ini, Rama Wijaya yang merupakan warga Kampung Pensiunan Kelurahan Tanjung Makmur Kecamatan Tebing Tinggi ini, berhak mendapatkan penyematan Mahasiswa terbaik seangkatannya di  perguran tinggi Teknokrat Lampung.

Menurut mahasiswa semester akhir jurusan Tekhnik Komputer perrguruan tinggi Teknokrat Lampung, alat yang diciptakannya ini dapat mengamankan sepeda motor menggunakan smartphone Android dari jarak jauh.

“Alat ini, semacam remote control yang fungsinya dapat menyalahkan atau mematikan kendaraan dari jarak jauh,” ungkap Rama kepada wartawan koran ini, Rabu (20/4/2016).

Dipaparkannya, sistem yang digunakan pada alat ini, menggunakan mikrokontroler Aduino. Melalui applikasi ini sambungnya, data yang dikirim melalui smartphone Android, akan dikirim kepada modem sim900/GPRS Shields dalam bentuk pesan singkat (SMS). “Mikrokontroler arduino nanti akan mengirimkan pemberitahuan kepada pemilik smartphone android bahwa siap menerima perintah mengamankan sepeda motor,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, smartphone android akan mengirimkan data berupa karakter. Data tersebut dipaparkannya diterima oleh modem icomsat vl.I-SIM900/GPRS SHIELDS dengan smartphone Android dalam bentuk SMS, lalu dikirimkan ke mikrokontroler arduino uno dan membuat atau mengubah Port B menjadi Output untuk menghidupkan relay 5 volt.

“Intinya cara kerja alat ini adalah modem sim900/GPRS SHIELD diatur sebagai sinyal penerima,” jelasnya sembari menjelaskan lebih lanjut smartphone Android sebagai pengirim data berupa variabel angka dan kemudian diolah oleh mikrokontroler untuk memberikan nilai tegangan ke relay. “Sehingga keaman sepeda motor siap dikendalikan,” tegasnya.

Sementara, Jauhari yang merupakan Ayah dari Rama Wijaya, mengaku sangat senang atas prestasi yang dicapai anaknya ini. Dirinya tidak menyangka jika anaknya berhasil mendapatkan penghargaan dari Kampus tempat anaknya belajar ini.

“Saya tidak menyangka jika anak saya dapat nilai terbaik. Meski sedikit was-was menyekolahkan anak jauh dari mata, dengan prestasi ini, saya tidak lagi merasa was-was,” cetusnya.

Dia berharap, apa yang ditemukan anaknya ini dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak. “Ini artinya, putra asli Empat Lawang, dapat lebih baik dibandingan mahasiswa lain di luar sana,” ucapnya bangga. (Ridi)

Komentar

Berita Lainnya