oleh

PT Timah Salurkan Dana Memitraan untuk UMKM Sebesar Rp12,4 Miliar

PANGKALPINANG | PT. Timah Tbk melalui Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen dengan menyalurkan dana bergulir Program Kemitraan Triwulan IV tahun 2020 sebesar Rp 12,4 miliar bagi 241 mitra binaan di wilayah Operasional PT Timah Tbk, di Graha PT. Timah Tbk,  Selasa (22/12/2020).

Upaya ini dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Penyaluran program ini dilakukan secara bertahap di masing-masing wilayah operasional PT. Timah yang dimulai pada hari ini.

Ada delapan sektor usaha yang mengikuti program dana bergulir PT Timah Tbk yakni sektor Industri, Perdagangan, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Jasa, Koperasi, Industri Kreatif dan pembinaan.

Adapun sebaran UMKM yang memanfaatkan program dana bergulir yakni, Kota Pangkalpinang sebanyak 30  UMKM, Bangka Induk 33 UMKM, Bangka Barat 14 UMKM, Bangka Tengah 58  UMKM, Bangka Selatan 35 UMKM, Belitung tujuh UMKM, Belitung Timur Enam UMKM, Karimun Kundur 18 UMKM, dan Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 40 UMKM.

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Wibisono mengatakan, program ini bentuk komitmen PT Timah Tbk untuk membangun masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Melalui program ini juga diharapkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat apalagi di tengah pandemi Covid-19.

UMKM memiliki banyak tantangan di tengah pandemi Covid-19 yang harus segera beradaptasi dengan perubahan pola konsumen yang serba digital.

Salah satu mitra binaan PT Timah Tbk, Endang Setiawan mengatakan, dirinya tertarik untuk memanfaatkan program ini agar dapat meningkatkan hasil tangkapannya. Selain itu, biaya administrasi yang diberlakukan terbilang kecil dibandingkan dengan pemberi pinjaman modal lainnya.

Nelayan dari Batu Beriga, Bangka Tengah ini menyebutkan pinjaman yang diperolehnya akan digunakan untuk membeli peralatan seperti kapal, alat tangkap seperti jaring, dan lampu. Menurutnya, ini merupakan pengalaman pertamanya menggunakan dana bergulir PT Timah Tbk.

“Dana bergulir CSR PT Timah ini kan bukan seperti di bank yang kita kena bunga 3 persen, ini lebih rendah. Terus persyaratannya juga tidak rumit. Sangat membantu program ini, semoga dengan banyak bantu pelaku usaha terus banyak yang mendoakan PT Timah, PT Timah semakin sukses,” kata Endang.

Senada, Arya Saputra salah satu mitra binaan PT Timah Tbk menambahkan,  dirinya sudah merasakan manfaat program dana  bergulir dari kemitraan ini. Sehingga dirinya kembali meminjam untuk mengembangkan usaha.

“Banyak sekali manfaatnya, tidak hanya bantuan modal, kita juga dibina di ajak pameran dan diberikan tempat untuk memasarkan produknya seperti di Tins Gallery. PT Timah juga sering membeli karya akar bahar untuk dipasarkan,” ujar Arya.

Sementara, Plt Kepala Dinas ESDM Babel, Amir Syahbana mengapresiasi komitmen PT Timah yang secara konsisten tetap menyalurkan program dana kemitraan ini untuk membantu UMKM mengembangkan usahanya.

PT Timah punya kewajiban pemegang IUP program PPM ini di luar wajib, ada program CSR, memang industri pertambangan diminta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang kita sebut multiflyer effect sehingga bisa menjadi penggerak masyarakat sekitar wilayah pertambangan.

“PT Timah sebenarnya tidak bisa dipungkiri sangat menyatu dengan masyarakat Babel, berdasarkan sejarah PT Timah pernah menjadi tulang punggung di Babel dalam banyak hal. Sinergisitas antara PT Timah dan Pemprov Babel maupun kabupaten/kota juga berjalan,” katanya saat menghadiri penyaluran bantuan program kemitraan PT Timah Tbk, di Graha Timah, Selasa (22/12/2020).

“Kami atas nama Pemprov Babel menyampaikan apresiasi kepada PT Timah yang telah menjalankan program kemitraan, saya berharap ini terus berlanjut dan akan mensejahterakan masyarakat Babel, apalagi di tengah pandemi ini,” ucapnya.

Dia juga berpesan kepada pelaku UMKM yang telah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, untuk memanfaatkan modal ini secara produktif sehingga dapat menggerakkan ekonomi.

“Kepada mitra binaan saya harapkan bantuan ini digunakan sebagaimana mestinya untuk hal yang produktif dan  ini bergulir, pembayarannya harus dilakukan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat babel yang lainnya,” katanya.

Menurutnya, program kemitraan ini sudah sejalan dengan pemerintah Provinsi Babel yang program unggulannya adalah UMKM. Ia berharap, sinergitas ini terus berjalan sehingga ekonomi kerakyatan dapat terus berjalan.

Sementara itu, Kasi IKM Dinas Perdagangan dan Perindustrian Babel, Muhammad Nazli mengatakan, program ini bentuk sinergitas BUMN dan Pemerintah untuk memberdayakan ekonomi masyarakat terlebih di masa pandemi. Ia berharap program ini terus berlanjut dan semakin banyak UMKM yang terbantu.

“Apresiasi sekali kepada PT Timah, program ini sudah kelihatan berhasilnya misalnya dengan semakin menjamurnya IKM di Babel dan ini diyakini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Nazli. (EDI)

Komentar

Berita Lainnya