oleh

Proyek Pekerjaan Peningkatan Jalan Utama BPTP Diduga Menyimpang

Pangkalpinang | Proyek pekerjaan kegiatan peningkatan jalan utama BPT yang dilaksanakan pada tahun 2019 dengan pagu dana 1 Milyar oleh Badan Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) Pangkalpinang diduga menyimpang.

Pasalnya pekerjaan proyek tersebut diduga tidak selesai dikerjakan sementara anggarannya dikabarkan sudah dicairkan hingga 100 persen.

Dari pantauan, Rabu (19/2) jalan sepanjang 1 KM tepat disamping Kantor BPTP Pangkalpinang hanya dibalut agregat saja tanpa dilapisi aspal.

Padahal dari penelusuran di LPSE Kementerian Pertanian Kegiatan Peningkatan Jalan Utama BPTP dipersyaratkan adanya Asphalt Mixing Plant (AMP) dan Asphalt sprayer, artinya jalan tersebut harusnya diaspal.

Hermanto selaku kontraktor pelaksana kegiatan tidak menampik jika proyek pekerjaan jalan tersebut ada item pekerjaan pengaspalan namun hal itu  tidak terlaksana lantaran tidak mendapat dukungan dari pemilik AMP yang ada di pulau Bangka.

“Betul, item pekerjaan pengaspalan ada dalam RAB, namun tidak kita laksanakan sebab tidak ada AMP yang cukup bersedia saat itu. Ada 7 AMP yang saya datangi meminta untuk melakukan pengaspalan pada jalan tersebut namun tidak ada yang bersedia,” kata Hermanto kepada sejumlah wartawan di Tung Taw Gabek Pangkalpinang, Rabu (19/2) sore.

Bukankah saat mengaploud dokumen lelang sudah dicantumkan dukungan AMP nya? Iya kata Hermanto namun pada saat jalan tersebut hendak dilakukan pengaspalan, AMP milik Akong yang dicantumkan ternyata juga banyak kegiatan pengaspalan di Kota Pangkalpinang sehingga tidak bisa melaksanakan pengaspalan pada kegiatan tersebut.

“Akhirnya saya mencari AMP lainnya, namun kesemuanya tidak ada yang bersedia. Disamping waktunya juga mepet, akhirnya pengaspalan jalan tersebut tidak terlaksana,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan pencairan anggaran? Apakah dicairkan 100 persen? Diakui  Hermanto jika pencairannya memang sudah dicairkan semuanya kecuali jaminan pemeliharaan yang belum dicairkan.

“Jaminan pemeliharaan sebesar 5 persen yakni berkisar 55 juta ini masih tersimpan di bank. Adapun masa pemeliharaan hingga Desember 2020 nanti. Bila sampai habis masa pemeliharaannya belum juga diaspal maka uang jaminan tersebut tidak dapat lagi kami cairkan,” katanya.

Berapa panjang item pekerjaan pengaspalan jalan tersebut? Hermanto mengungkapkan panjangnya sekitar 100 meter. Apakah pekerjaan pengaspalan 100 meter hanya senilai uang jaminan sebesar 5 persen yakni 55 juta rupiah?

“Kalau untuk pekerjaan pengaspalan itu saya kira berkisar 200 juta,” demikian kata Hermanto.

Sementara itu, Anggi, konsultan pengawas saat ditemui di lokasi BPTP mengakui kalau memang ada item kegiatan pengaspalan.

“Kegiatan pengaspalan tidak dilakukan pertama terkendala waktu. Kedua pihak AMP orangnya kontrak, jadi sampai 31 Desember tidak lagi bekerja, itu alasannya. Pihak kontraktor Hermanto bukan yang punya AMP, setahu saya dia minta dukungan sama Akong,” jelasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan pihak BPTP Pangkalpinang belum berhasil dikonfirmasi. Saat wartawan mengunjungi kantor BPTP, tiga pejabatnya yakni Dr Suharyanto selaku kepala BPTP, Rahma Hasan kepala sub bagian tata usaha dan Ahmadi selaku kepala seksi kerjasama dan pelayanan pengkajian tidak berada di tempat.

“Maaf semua pejabat BPTP hari ini lagi DL,” kata resepsionis BPTP Pangkalpinang, Rabu kemarin.

Sementara itu Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Babel Roy Arland mengatakan akan segera menindak lanjuti laporan informasi yang masuk ke pimpinan berkaitan dengan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan utama BPTP Babel.

“Terimakasih atas laporan informasinya segera saya sampaikan kepimpinan agar dapat ditindak lanjuti,” Kata Roy Arland saat dihubungi melalui sambungan telepon pribadi miliknya.

Terkait dengan hal ini,Kepala Balai BPTP Babel Suharyanto dan Aan PPK Proyek masih dalam upaya konfirmasi. (doni)

Komentar

Berita Lainnya