oleh

Plaju dan Ilir Barat Satu Dominasi Zona Berisiko Tinggi

PALEMBANG – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Palembang, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Palembang masih berada di Zona Merah. Yang sebelumnya ada di 54 Kelurahan kini berkembang lagi menjadi 62 Kelurahan.

Sementara Kecamatan Plaju dan Kecamatan Ilir Barat Satu masih mendominasi kawasan zona yang beresiko tinggi.

Menanggapi kondisi berkembangnya zona merah di Kelurahan, Sekertaris Daerah (Sekda) Palembang, Drs. Ratu Dewa langsung bertindak melakulan pemantauan ke Posko yang ada di tingkat Kelurahan. Seperti kemarin di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Selasa, 20 April 2021.

Dilanjut Rabu Pagi, 21 April 2021. Mantau di Posko Kelurahan Bukit Lama dan Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat Satu

Mengingat Kota Palembang saat ini, masih menjalankan Pemberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Hanya saja memang perlu dilakukan penertiban melalui razia agar kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan dimana pun berada dan melakukan Upaya 3T atau tindakan melakukan tes COVID-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19 (treatment).

“ Harapan kami 3 T itu harus benar-benar kita laksanakan, lalu masyrakat juga disiplin 3 M,” kata Dewa usai meninjau Prokes pasar Padang Selasa dan posko PPKM Kelurahan Bukit Lama Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat Satu, Rabu Pagi, 21 April 2021.

Masih kata Dewa, Posko yang ada di tingkat kelurahan menjadi ujung tombak untuk bisa mengoptimalkan penekanan angka kasus Covid-19 di Kota Palembang. Dan tim terpadu dari Satpol PP, TNI/Polri, Dinkes hingga tokoh masyarakat tergabung untuk memberikan edukasi lebih masif pada masyarakat terkait protokol kesehatan

”Saya meminta disetiap Kecamtan dan Kelurahan posko PPKM harus mulai optimalkan. Lalu koordinasi intensif lagi lagi. Kita minta bantuan dari bapak-bapak Banbinsa, Babinkhantimnas dan juga Camat untuk lebih proAktif lagi guna menekan penyebaran covid-19,” ujarnya. (Alam)

Komentar

Berita Lainnya