oleh

Perpustakaan Daerah Ogan Ilir Kosong, Mahasiswa Ngeluh

INDRALAYA I Sejumlah mahasiswa Unsri yang datang ke Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Ogan Ilir sekitar pukul 10.00WIB pagi mengeluhkan tidak adanya aktivitas di kantor tersebut. Padahal sejumlah mahasiswa terdesak ingin mencari buku referensi terkait perkuliahan. Ironisnya lagi, tidak ada satupun PNS maupun honor yang masuk menjaga kantor tersebut.

Pantauan dilapangan, kondisi kosongnya kantor, badan maupun instansi dilingkungan Pemkab Ogan Ilir sebenarnya sudah terjadi sejak masa transisi pemerintahan Pejabat Bupati OI H Yulizar Dinoto September 2015 lalu.

Ketika Pejabat Bupati OI H Yulizar Dinoto tidak masuk kerja, sebagian pejabat SKPD pun absen kerja. Bahkan pegawai yang masuk di tiap SKPD pun dapat dihitung dengan jari.

Keadaan Perpustakaan Daerah Ogan Ilir Kosong tak ada petugas yang ngantor Fhoto : st
Keadaan Perpustakaan Daerah Ogan Ilir Kosong tak ada petugas yang ngantor Fhoto : st

Apalagi ​dalam satu pekan terakhir ini tahapan persidangan di MK masih dilangsungkan, ​konon baik kepala dinas, kepala bidang hingga camat berduyun-duyun ke Jakarta ingin mengikuti dan menyaksikan ​perkembangan sidang MK.

​”Ya, kami anggap ini aneh saja. Saya bersama teman-teman sudah dua kali ke sini (Kantor Perpustakaan OI) untuk mencari bahan pertanian untuk menyelesaikan skripsi. Tapi ternyata kantor dalam keadaan kosong melompong,”kata Zai, salah satu mahasiswa Unsri.

Menurut dia, sebagai PNS, seharusnya SDM Kantor Perpustakaan dapat mengemban tugas dengan penuh tanggungjawab dan tidak pernah meninggalkan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

​“Kalau tidak ada tugas ini, saya tidak akan kesini. Menginggat ini tugas akhir saya menyelesaikan skripsi, makanya saya berkeliling perpustakaan untuk mencari bahan buku yang diperlukan,”tuturnya.

Dia berharap kepala daerah OI untuk dapat bertindak tegas terhadap bawahannya dan memberikan contoh baik terhadap seluruh abdi negara agar dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya.

“Bagaimana mau memberikan edukasi kepada masyarakat dan meningkatkan minat baca masyarakat, sementara SDM kantor perpustakaan dalam keadaan tidak bertuan,”sesal Zainal.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Dokumentasi OI Farid Wajidi ditemui dikantornya tidak berada ditempat. Begitu pun ruangan kepala kantor dalam keadaan terkunci. Bahkan tak satupun pegawai kantor perpustakaan yang ada ditempat. (st)

Komentar

Berita Lainnya