oleh

Pengakuan AJH Terduga Perkara ITE, Dilaporkan Lantaran Dendam Politik?

SUNGAILIAT – Kasus perkara ITE yang dilaporkan oleh Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Bangka, Yusmiati terhadap AJH telah bergulir di Polres Bangka. AJH sendiri mengaku pasrah atas laporan terhadap dirinya meski dirinya mengaku telah bertemu dengan Yusmiati yang juga merupakan istri Bupati Bangka tersebut, serta meminta maaf. Menurut AJH, ia merasa telah melakukan hal yang seharusnya mengoreksi cara berpakaian Yusmiati pada sebuah kegiatan olahraga dalam program Jumat Bersih yang digagas Pemkab Bangka. Namun di balik semua yang terjadi, AJH merasa ada semacam dendam politik yang melatar belakangi langkah hukum yang diambil Yusmiati terhadap dirinya.

Dalam penuturan tertulis yang diberikan nya kepada wartawan pada Jumat (6/11/20) malam lalu. AJH mengaku bahwa tujuan dirinya mengoreksi busana istri Bupati Bangka tersebut untuk kebaikan. Dikatakannya. AJH juga tak menyangka respon Yusmiati begitu jauh hingga memperkarakan yang dilakukannya. Menurut pelaku usaha catering ini, ada dugaan faktor dendam politik yang terjadi saat masa kampanye Pilkada Kabupaten Bangka 2018 lalu. AJH menyindir ketidak dewasaan berpolitik istri orang nomor satu di Bangka tersebut. Padahal menurutnya kemenangan telah diraih oleh suaminya yang saat ini menjadi Bupati Bangka. AJH justru berharap pemerintahan Mulkan benar-benar bersih dari dendam politik, dengan menunjukkan sikap merangkul semua pihak.
“Maaf.. Bagaimana saya mau menemui beliau.. Saya bukan anak kecil lagi yang harus mengemis untuk bertemu beliau. Saya tau dia tidak suka dgn saya hanya karena perbedaan pilihan sewaktu kampaye dulu. Lucu ya, Seharusnya dia bersyukur suaminya sudah terpilih jadi bupati seharus nya di situlah sikap beliau menunjukan ini lo.. Yang kalian enggk mau kemarin aku orgnya merangkul lo. Itu seharusnya yang ditunjukkan. Ini enggak. Justru perkataan orang org yang menjadi pahlawan kesiangan justru itu yg didengar. orang-orang yang hanya mencari muka dan mencari keuntungan pribadi yang didengar kan,” tulis AJH dalam pesan whatsapp kepada wartawan.
“Saya ini bukan penjilat dengan pejabat. Saya bukan dekat dengan pejabat bukan ingin mendapatkan borongan kerja. Saya pernah ditawarkan kemarin untuk menjadi mitra catering saya nggk mau. Karena saya berkerja sesuai dengan organisasi yang saya pegang. Karena setiap organisasi ada marwah yang harus kita jaga,” tambah AJH lagi.
Terkait perkembangan perkaranya sendiri AJH mengaku bahwa sejak 2 Oktober 2020 lalu hingga Jumat kemarin dirinya maupun Penasehat Hukum (PH) belum menerima konfirmasi masalah pengaduan Yusmita. AJH pun mengaku tidak tau apakah terus dilanjutkan atau tidak. Namun selaku warga Kabupaten Bangka, AJH mempertanyakan langkah hukum yang ditujukan kepadanya. Ia justru berharap ada sikap bijak dari seorang public figur seperti Yusmiati untuk melakukan langkah-langkah yang bijaksana. Apalagi menurut AJH, yang disampaikannya melalui medsos tersebut adalah pesan koreksi kepada seorang penasihat organisasi. Bahkan menurut AJH dia mendoakan Yusmiati untuk istiqomah dalam menata diri sebagai seorang muslimah.
“Dari tanggal 2 Oktober kemarin sampai sekarang, saya dan PH saya belum menerima konfirmasi masalah pengaduan beliau. Saya tidak tahu apa kelanjutannya. Tapi sebagai warga yang baik saya mempertanyakan, kok begitu ya, semudah itu dia melaporkan. Seharusnya saya ini dipanggil dulu, ditayain, dinasihati, begitu seharusnya. Bukan dilaporkan kepolisian. Emang saya salah apa? Dan beliau juga kan penasehat pelindung dalam organisasi (BKMT). Laporan mungkin karena dia berkuasa kali ya, Semudah itu dia melapor dan menjatuhkan harga diri saya, tanpa kejelasan. Kalau saya salah. Saya juga pingin tau donk tau di mana salah saya. Kalau saya menyalahi UU ITE di mana salah saya. Di situ saya tidak mencemarkan nama baik beliau. Kata-kata saya hanya memohon maaf. Bukan ranah saya untuk menasehati beliau. Dan disitu juga saya mendoakan beliau mudah mudahan beliau istiqomah dalam menata diri sebagai muslimah karena beliau adalah figur utk kami para ibu,” urai AJH.
Sebagai sesama pengurus organisasi, AJH mengatakan bahwa yang dilakukannya adalah sebagai bentuk sinergitas dalam menjalani fungsi sebagai Ketua dan Wakil Ketua BKMT Bangka. Sikap dalam berbusana pun seharusnya menjadi perhatian, apalagi sebagai seorang figur. AJH bahkan tak lagi mengetahui statusnya dalam BKMT. Karena hingga saat ini dirinya tidak pernah lagi di koordinasikan oleh organisasi majelis taklim tersebut, sementara dirinya sendiri berstatus sebagai pengurus.

“Beliau juga ketua BKMT dan saya sebagai Wakil Ketua BKMT Kabupaten seharusnya ada senergi dalam membina umat. Ini saya juga belum tau dalam Musda kemarin di (dalam) SK itu nama saya dimasukan (apa) enggak di BKMT itu. Habis Musda kemarin seharusnya kita rapat dalam menyusun pengurus. Sampai sekarang juga saya nggak pernah diundang dalam rapat pemilihan pengurus. Masa gitu. Aneh, baru kali ini saya tahu seorang ibu bupati yang terjun ke organisasi yang bertindak dan tidak ada konfirmasi dalam penyusun pengurus,” timpal AJH.
Terkait upaya meminta maaf, AJH mengaku telah bertemu dengan Yusmiati. AJH mengatakan bahwa dirinya telah meminta maaf. Jika ada kesalahan yang dilakukannya sehingga memicu ketersinggungan istri bupati tersebut. Namun AJH justru mengaku tersentak dengan tudingan Yusmita yang mengatakan bahwa AJH iri dengan posisinya saat ini sebagai istri bupati.
“Dan dalam laporan dia kemarin juga kami sudah tatap muka. Dan saya minta maaf kalau saya salah. Dan saya juga mengingatkan beliau, apakah ibu (Yusmiati) pantas berpakaian seperti itu. Ee.. Malah dia menjawab.. Ooo.. orang itu iri kali lihat pakaian saya yang bagus dan mahal. Astagfirullahal adzim, dalam hati saya masa seorang istri bupati ngomong nya begitu difikir kita iri, ya Allah,” tulis AJH istigfar.
“Tapi alhamdulillah, semenjak kejadian itu alhamdulillah beliau sudah merubah penampilan nya Saya bangga lah. Biarpun saya dilaporkan kepolisian. Tapi kata kata saya sudah menyentuh hatinya. Sekarang beliau sudah agak mendingan dalam penampilan. Arti kata biarpun saya dipenjara. Saya udh merasa bangga, karena saya sudah menjalankan. Perintah agama saling nasehat menasihati. Pesan saya kepada beliau. Tolong buang lah sifat ego dan harus sadar lah mereka dipilih itu untuk melayani masyarakat, bukan minta dihormati.
Dulu sewaktu pingin dipilih, tangan kita masyarakat dicium. Minta doa restu. Tapi setelah terpilih, malah kebalikankKita yang cium tangan nya. Aneh, Itulah permainan dunia,” tulis AJH menutup pesan whatsapp nya dengan emoji senyum.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara kepada wartawan, Yusmiati mengaku langkah hukum yang diambilnya dengan melaporkan AJH dengan pasal ITE tersebut sebagai ruang pribadi. Yusmiati mengaku ada ketersinggungan yang dialaminya atas perbuatan AJH. Yusmiati yang ditemui usai acara dialog refleksi 2 tahun Bangka Setara oleh Bupati Mulkan bersama para penggiat pers tersebut mengatakan bahwa seharusnya AJH mendatanginya jika ada niat baik untuk menasehati, bukan dengan cara membuat unggahan di facebook.
Itu lebih menyangkut masalah pribadi bukan mengkritik, apalagi meng-atas namakan BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim), saya merasa tersinggung, kan ada omongan, kalau memang dia mau menasehati langsung datang ke rumah donk, bukan langsung ke facebook begitu. Jadi bukannya kita anti kritik, itu kan memang seragam olahraga, bukan seragam buat jalan. Saya kan sebagai icon lah. Icon kabupaten Bangka, kok langsung dikritik di facebook. Jadi itu lebih ke pribadi. Jadi kalau memang mau mengkritik datang saja ke rumah. Itu salah donk mengkritik tanpa sepengetahuan kita juga. Kronologisnya yang saya tau langsung di-share ke facebook. Itu foto lagi senam, foto bersih-bersih. Kita kan Jumat bersih,” jelas Yusmiati saat ditemui di kediamannya Jumat (6/11/20) siang.
Sebelumnya Bupati Bangka, Mulkan dalam acara dialog bersama para wartawan dan pimpinan media di kediaman jabatannya Jumat pagi tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak menyimpan dendam politik. Dalam acara yang merefleksikan 2 tahun masa kepemimpinannya dengan jargon Bangka Setara tersebut seorang Camat memberikan testimoni bahwa Mulkan sebagai bupati menunjukkan sikap tidak menyimpan dendam politik.
“Saya tidak menyimpan dendam politik. Saya menyimpan dendam kinerja,” tukas Mulkan di hadapan puluhan wartawan.
Terkait dengan laporan istrinya terhadap AJH, mantan Politisi partai Demokrat Kabupaten Bangka tersebut menyampaikan senada dengan istrinya Yusmiati. Mulkan mengatakan bahwa laporan tersebut bersifat pribadi. Ditambahkannya, selain sebagai pelajaran untuk efek jera, dirinya juga ingin mengungkapkan siapa dalang di balik kejadian yang mengarah kepada penghancuran citra istrinya tersebut.
“Saya ingin ini terungkap. Siapa dalang di belakang semua ini. Persaingan politik tidak seperti inilah, kalau memang ingin berkompetisi dalam politik, tidak dengan menjatuhkan, akan tetapi dekati pemilih, bukan dengan cara seperti ini. Makanya ini juga pelajaran penting untuk berhati-hati dalam bermedia sosial,” ujar Mulkan kepada wartawan usai Jumat (6/11/20) di rumah jabatan Bupati di Sungailiat.(Doni)

Komentar

Berita Lainnya