oleh

Pemprov Babel Usulkan Raperda Penyertaan Modal ke BPRS dan Bank Sumsel Babel

PANGKAL PINANG – Pemerintah Provinsi Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung (Babel) mengusulkan dua Raperda kepada DPRD Babel yakni, Raperda tentang penyertaan modal Pemprov. Babel ke Bank Sumsel Babel dan Raperda tentang penyertaan modal Pemprov. Babel ke Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel.

“Raperda dari inisiatif pemerintah provinsi itu ada dua yaitu yang berkaitan dengan penyertaan modal ke Bank Sumsel Babel dan penyertaan modal ke BPRS,” kata Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Babel, Senin (9/11/2020).

Wagub mengungkapkan, Pemprov Babel sudah sejak lama tidak melakukan penambahan penyertaan modal kepada dua bank tersebut. Hal ini diutarakan dia, sangat berdampak terhadap dividen (bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham-red) yang diperoleh oleh Pemprov Babel.

“Ini adalah suatu kondisi yang kelihatannya kalau kita ingin mendapatkan dividen yang lebih besar, artinya kita harus ikut kan dengan menyertakan modal tambahan, ini sudah lama sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini kita belum menyertakan modal lagi,” ungkapnya.

Wagub menuturkan, penambahan penyertaan modal akan dilakukan pada 2021. Oleh karenanya dia berharap, dengan melakukan penambahan penyertaan modal, dividen yang akan diperoleh Pemprov Babel dapat meningkat.

“Kesemuanya ini dilakukan karena yang pertama, kita menginginkan agar terjadi pergerakan didalam pengembangan ekonomi di Babel, termasuk diantaranya mengenai retribusi tentang (Raperda) peningkatan kualitas anak, kemudian yang berkaitan dengan Raperda kepariwisataan,” terangnya.

“Hal ini perlu diatur, sehingga paling sedikit akan dapat mempengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Babel, kita harapkan empat raperda ini adalah muatan terakhir di tahun 2020 dan bisa disahkan menjadi peraturan daerah,” tandasnya.

Sementara, Kabag SDM Biro Perekonomian Setda Babel, Doni Golput menambahkan, penyertaan modal Pemprov Babel sejak 2019 di BPRS sebesar Rp3,6 miliar dan di Bank Sumsel Babel sejak 2012 sebesar Rp40,337.000.000,.

“Di BPRS itu sejak 2009 sampai 2020 tidak ada penyertaan modal, tapi dividen kita total nilainya sampai 2020 hampir Rp5 miliar lebih, kemudian untuk Bank Sumsel Babel, dividen kita 107, sekian persen, dividen kita di Bank Sumsel Babel ini luar biasa dari segi nilai penyertaan modal kita,” urainya.

“Jadi sudah terlalu lama kita tidak melakukan penambahan penyertaan modal, karena hal ini juga berkaitan dengan OJK, kalau tidak dilakukan penyertaan modal kembali kepada BPRS, maka BPRS berubah status nantinya menjadi BDPK (Bank Dalam Pengawasan Khusus), jadi untuk penyehatan BPRS itu di angka sekitar Rp12 miliar, seharusnya menurut OJK adalah Rp20 miliar, cuma kita mempertimbangkan berdasarkan kajian tim investasi, sebisa kita, dan akan disertakan secara bertahap,” pungkasnya. (EDI)

Komentar

Berita Lainnya