OKI Maju Bersama

Pemkab OKI Dorong Pola Asuh Berkualitas Lewat Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten

8
×

Pemkab OKI Dorong Pola Asuh Berkualitas Lewat Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadikan Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten sebagai momentum untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Rabu (15/7/2026).

Bagi Pemkab OKI, lomba ini bukan sekadar ajang memilih balita sehat, tetapi juga menjadi media kampanye agar keluarga semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, serta pengasuhan yang berkualitas pada masa emas pertumbuhan anak.

Mewakili Bupati OKI, Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Asmar Wijaya mengatakan, bahwa kualitas sumber daya manusia dibangun sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi, layanan kesehatan yang memadai, serta lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan anak.

“Anak adalah anugerah sekaligus amanah. Masa depan daerah dan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang mereka sejak usia dini,” ujar Asmar.

Ia menegaskan, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas ketika dewasa. Oleh karena itu, pencegahannya memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah.

Menurut Asmar, Pemkab OKI terus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui optimalisasi puskesmas dan posyandu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan cakupan imunisasi, edukasi gizi, serta sinergi lintas sektor guna menurunkan angka prevalensi stunting.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI Ike Meilina Muchendi menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan kualitas anak. Menurutnya, usia 0–5 tahun merupakan masa emas yang menentukan perkembangan fisik maupun mental sehingga membutuhkan perhatian penuh dari orang tua.

Ia mengajak para orang tua untuk membiasakan konsumsi makanan bergizi berbahan alami (real food) serta menciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

“Rumah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Keberanian mereka menghadapi dunia luar tumbuh dari kedekatan dan kasih sayang orang tua,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Alamsyah menjelaskan, Lomba Balita Indonesia tahun ini diikuti 36 balita terbaik hasil seleksi dari seluruh kecamatan. Peserta terbagi dalam dua kategori usia, yakni 6–24 bulan dan 24–59 bulan.

Penilaian dilakukan oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis anak, dokter umum, psikolog, ahli gizi, serta Tim Penggerak PKK. Aspek yang dinilai meliputi kondisi kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, hingga pola asuh yang diterapkan dalam keluarga. Balita yang berhasil menjadi juara akan mewakili Kabupaten OKI pada Lomba Balita Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, Alamsyah berharap edukasi mengenai pola asuh yang baik tidak berhenti pada ajang perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebab, investasi terbaik bagi masa depan daerah dimulai dari keluarga yang mampu memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang optimal sejak masa emas kehidupannya,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *