oleh

Pemilik Gudang Ikan di Tanjung Ketapang Sebut Hanya Satu Orang yang Kontra Terhadap Gudangnya

TOBOALI – Aktivitas gudang ikan yang ada di kawasan RT 03 RW 03 Jl Yos Sudarso, Kelurahan Tanjungketapang, Kecamatan Toboali dikatakan pemilik usaha Saparudin hanya ditolak oleh 1 kartu keluarga (KK) dari sekian banyak yang terdampak.

Pemilik usaha perseorangan itu, Saparudin mengatakan apabila sekitar 20 KK yang terdampak di sekitar lokasi semuanya menandatangi surat persetujuan. Termasuk para ketua RT/RW dan ketua masjid yang ada di sana.

“Untuk yang terdampak dengan gudang itu sekitar 20 orang, semuanya setuju dan ada tanda tangannya. Cuma hanya satu orang saja yang tidak setuju dengan alasan masalah limbah dan kebisingan,” ujarnya, Senin (19/10) petang.

Sapar mengaku tidak paham dengan apa yang disampaikan warga yang menolak ini hingga tetap bersikukuh tidak mengizinkan aktivitas. Padahal, jika berbicara dengan persoalan limbah pihaknya sudah buat saluran pembuangan dengan baik.

“Kita dari awal sudah datang baik-baik dan sosialisasi, mediasi juga pernah sudah dua kali malahan pertama di gudang dan kedua di kantor lurah. Namun yang bersangkutan tetap tidak setuju dengan alasan tadi, padahal yang lain setuju semua,” katanya.

“Kalau perihal kebisingan, saya rasa itu hal yang wajar karena ada aktivitas bongkar muat ikan, toh yang lain banyak tidak rasa terganggu juga. Limbah juga tak banyak, ini cuma tempat pemisahan, kalau sudah penuh, langsung kita antar ke luar,” tambah dia.

Ditanya terkait perizinan, Saparudi bilang apabila izin seperti SIUP dan IMB masih dalam proses pengajuan di instansi terkait. Namun ia berusaha untuk segera menyelesaikan perizinan-perizinan tersebut sesuai prosedur yang ada.

“Kita di sini juga baru beroperasi pada hari Sabtu pekan kemarin. Kalau masalah bermitra dengan masyarakat sekitar, kita bismillah saja kita tidak mau janji tapi kalau memang prospek bagus nelayan juga diuntungkan, kenapa tidak,” jelasnya. (Devi)

Komentar

Berita Lainnya