oleh

Pembangunan Kembali Hambalang Dinilai Proyek Mubazir

Presiden Joko Widodo saat meninjau komplek olahraga Hambalang di Kabupaten Bogor, Jumat (18/3). (CNNIndonesia/Utami Diah Kusumawati)
Presiden Joko Widodo saat meninjau komplek olahraga Hambalang di Kabupaten Bogor, Jumat (18/3). (CNNIndonesia/Utami Diah Kusumawati)

JAKARTA I Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi X Reni Marlinawati mengaku tak sepakat jika proyek pembangunan Kompleks Hambalang dilanjutkan oleh pemerintah. Menurutnya, kultur tanah di area kompleks tersebut tidak stabil.

“Menurut saya akan mubazir, kan masih banyak tempat lain. (Saya tidak setuju) karena tanah sangat labil,” ujar Reni di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat kemarin.

Reni bercerita, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Surono, mantan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dari pertemuan itu, ia mengaku mendapatkan informasi soal kelabilan struktur tanah di area Hambalang.

“Beberapa waktu lalu kami rapat sama Mbah Rono (Surono). Kultur tanah tersebut labil, sehingga kalau mau dibangun itu harus direkayasa engineering tingkat tinggi dan biayanya juga tinggi,” katanya.

Atas pertimbangan tersebut, Reni pun berpandangan, jika pembangunan proyek tersebut dilanjutkan, maka akan mengancam keselamatan orang-orang yang akan menempati bangunan itu nantinya.

“Kalau orang bilang, alam itu enggak mau diapa-apain. Jadi baiknya fungsikan tempat itu sesuai keinginan alam,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengunjungi Kompleks Hambalang. Kunjungan itu dilakukan saat Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono melakukan Tour de Java bersama sejumlah pejabat Partai Demokrat.

Proyek pembangunan Hambalang dihentikan empat tahun silam. Pemberhentian terpaksa dilakukan karena kasus korupsi yang menjerat sejumlah politikus Partai Demokrat saat itu. Mereka ialah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

Kondisi kompleks seluas 32 hektare itu saat ini terbengkalai dan tak terawat. Rangka-rangka beton bergeletakan di lantai dan berlumut terkena air hujan. Rumput liar memenuhi lantai. Ada pula sisa genangan air hujan akibat tak adanya atap bangunan. Di salah satu gedung terlihat tiang pancang mencuat dan warna dinding kehijauan karena lumut. Semua mulai rusak karena pelapukan.

Jokowi berkali-kali menggelengkan kepalanya saat meninjau kondisi bangunan-bangunan yang menggunakan anggaran APBN senilai Rp2,5 triliun. Kelanjutan proyek Kompleks Hambalang akan diputuskan dua pekan mendatang setelah pemerintah melakukan kajian atas kelayakan bangunan dan kondisi tanah.(CNN)

Komentar

Berita Lainnya