oleh

Pasien RSD COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Menurun, Satu Tower Ditutup Sementara

Beritamusi.co.id –Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta menunjukkan penurunan. Bahkan sepekan setelah libur panjang, belum ada tanda-tanda lonjakan pasien terkonfirmasi COVID-19 kategori  ringan dan sedang.

Koordinator RSD COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Mayjen TNI dr Tugas Ratmono mengatakan, kondisi sebelum libur panjang akhir Oktober lalu untuk perawatan pasien ringan dan sedang mencapai 44%. Sementara berdasarkan laporan pagi ini, Senin (09/11), kondisinya 36%.

“Dilihat dari angka itu memang ada penurunan. Belum terlihat adanya pengaruh libur panjang terhadap (jumlah pasien yang dirawat) RSD Wisma Atlet. Mudah-mudahan kondisi (menurun) ini terus berlanjut,” ujarnya pada talkshow Update RS Darurat COVID-19: Bahagia Kunci Kesembuhan yang dilaksanakan di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta, Senin (09/11).

Menurut Tugas, kondisi serupa juga terjadi di Flat Isolasi Mandiri. Di mana sebelum libur panjang terisi 23% dan kondisi terkini 17%.

“Kita berharap kondisi ini benar-benar cerminan bahwa tidak ada pengaruh libur panjang dengan (penambahan) jumlah pasien di RSD Wisma Atlet,” katanya.

Tugas menjelaskan, sebelumnya Flat Isolasi Mandiri menggunakan Tower 4 dan 5 untuk merawat pasien. Namun untuk saat ini hanya menggunakan Tower 5.

“Saat ini di Tower 5 kita merawat 539 pasien isolasi mandiri. Sedangkan Tower 4 belum kita fungsikan karena pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala kita bisa tampung di Tower 5 saja,” terangnya.

Untuk kapasitas kedua Tower tersebut, menurut Tugas, bisa merawat 3.000 lebih pasien. Saat ini OTG yang dirawat 539 dan pasien yang bergejala 1.035.

“Kapasitas perawatan masih cukup banyak. Untuk OTG masih tersedia 2.500 bed lebih sedangkan untuk yang bergejala masih tersedia 2.000 bed lebih. Sehingga kalau ada penambahan pasien, (kapasitas) masih lebih dari cukup,” tuturnya.

Menurut Tugas, pasien yang dirawat di RSD COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran selalu diajak untuk semangat, bahagia, dan gembira dalam melaksanakan isolasi dengan harapan dalam kondisi yang nyaman dan senang turut berdampak positif bagi proses penyembuhannya.

“Setiap pagi ada aktivitas olahraga, lalu ada pendampingan psikolog, pendampingan rohaniawan juga kita sediakan. Inilah bentuk upaya kita untuk membuat mereka bahagia, semangat, dan jangan ada ketegangan atau stres. Saya rasa itulah yang penting dalam proses perawatan atau isolasi di wisma atlet,” tukas Kepala Pusat Kesehatan TNI ini. (Fn)

#satgascovid19

#ingatpesanibu

#ingatpesanibupakaimasker

#ingatpesanibujagajarak

#ingatpesanibucucitangan

#pakaimasker

#jagajarak

#jagajarakhindarikerumunan

#cucitangan

#cucitangandengansabun

Komentar

Berita Lainnya