Berita Daerah

Oknum Wartawan ‘Teror’ Sejumlah Kades di Kabupaten OKI

281
×

Oknum Wartawan ‘Teror’ Sejumlah Kades di Kabupaten OKI

Sebarkan artikel ini
Surat
pemkab muba pemkab muba

Oknum Wartawan ‘Teror’ Sejumlah Kades di Kabupaten OKI KAYUAGUNG I Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan mulai melakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap II yang diperuntukkan untuk pelaksanaan pembangunan desa. Namun, kondisi itu dimanfaatkan oleh sejumlah oknum yang mengaku sebagai wartawan.

Mereka berburu ke kantor desa dengan alasan akan melakukan peliputan. Sayangnya, kedatangan mereka melenceng dari tujuan utamanya hingga dikeluhkan aparatur desa. Apalagi oknum wartawan tersebut bertindak layaknya aparat yang tengah melakukan penyidikan hukum.

Seperti yang dikeluhkan Kades Tanjung Alai, Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI, Kasmir menurutnya, setiap ada pencairan dana desa baik itu DD maupun ADD ada oknum wartawan yang mendatangi kantor kepala desa dengan alasan melakukan peliputan. “Sepertinya wartawan yang sering datang ini memang spesialis yang suka memera kepala desa dengan alas an kita melakukan kecurangan dalam penggunaan anggaran desa,”jelasnya.

Bahkan, dirinya mengatakan beberapa waktu lalu juga didatangi oleh oknum wartawan yang bernama Abbas yang mengaku dari surat kabar ampera news dan perwira modusnyapun meliput pemberitaan dengan mengintrogasi kades layaknya penyidik dengan nada ancaman kalau dirinya akan menerbitkan berita terkait penggunaan dana desa. “Ya intinya mereka ini melakukan pemerasan terhadap kades-kades dan ini sangat meresahkan,”jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Alamsyah Kades Awal Terusan Kecamatan SP Padang yang mengeluhkan tingkah laku oknum wartawan yang kerap menakut-nakuti warganya. Dia juga mengaku heran dengan datangnya oknum wartawan, setelah pencairan anggaran bantuan dari pemerintah untuk berbagai pelaksanaan pembangunan.

Bahkan kata dia, oknum wartawan tersebut juga tak segan-segan mengirimkan surat dengan nada ancaman kepada sejumlah kades yang isinya “Ass Pak Kades. Aku tau pak kades pasti menghindari setiap wartawan yang datang ada apa? Tunggu kabar selanjutnya” lengkap dengan cap dan tanda tangan atas nama media Tipikor Tarmizi.

“Kondisi ini selalu terjadi setiap pencairan anggaran,” katanya.

Dikatakannya, dengan kehadiran wartawan itu bukan berarti aparat desa alergi dengan kontrol sosial. “Anehnya, oknum wartawan juga datang ke kantor desa pun hanya mencari kesalahan realisasi program yang ujung-ujungnya meminta imbalan kalau tidak mau diberitakan,” cetusnya.

Keluhan serupa juga terlontar dari Kades Batu Ampar, Sumardi, dan Kades Batu Ampar Baru, Rustam yang kesemuanya dari kecamatan SP Padang Kabupaten OKI.

Sekretaris Desa Terusan Laut Kecamatan SP Padang, Alrasid mengatakan akan membahas masalah ini di forum kades. “Kami siap membuat surat pernyataan yang ditanda tangani seluruh kades dan sekdes untuk meminta tindakan terhadap oknum wartawan yang meresakan tersebut untuk dibawah keranah hukum jika diperlukan. Sebab kami tidak ingin ulah oknum – oknum wartawan seperti ini terus berkelanjutan,” ungkapnya sambil mengatakan apakah benar prosedur seorang wartawan meninggalkan selembar kertas dengan kata-kata yang tidak mengenakan.

Terpisah, salah satu oknum wartawan bernama Abas ketika diwawancara terkait hal tersebut, ia membantah keras dan hal tersebut. Menurutnya sesama wartawan tidak boleh melakukan konfirmasi. “Hal tesebut tidak benar adanya, seharusnya anda seorang wartawan tidak boleh mewawancarai wartawan,” ungkap Abas membantah. (Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *