OKI Maju Bersama

OKI Jadi Lokus Utama Percepatan Tanam Padi Sumsel, Target 111 Ribu Hektare

15
×

OKI Jadi Lokus Utama Percepatan Tanam Padi Sumsel, Target 111 Ribu Hektare

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Menghadapi potensi El Nino pada 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai lokus utama percepatan tanam padi dengan target seluas 111 ribu hektare. Program tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau ekstrem yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian.

Pencanangan gerakan percepatan tanam dipusatkan di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Selasa (19/5/2026).

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, gerakan percepatan tanam dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino sekaligus menjaga produksi pangan daerah tetap tinggi.

“Gerakan percepatan tanam ini menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino sekaligus upaya menjaga produksi pangan Sumatera Selatan tetap tinggi,” ujar Deru.

Menurut Deru, target tersebut masih realistis dicapai meski ancaman kemarau panjang mulai diwaspadai. Ia menilai curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan masih cukup tinggi sehingga percepatan tanam dapat dilakukan secara masif.

Sementara itu, Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyebut luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut yang dinilai masih memiliki potensi besar mendukung peningkatan produksi pangan.

“Gerakan tanam padi masih sangat memungkinkan karena luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Sebanyak 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut,” katanya.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, pihaknya optimistis target percepatan tanam dapat tercapai apabila sarana dan prasarana pertanian terpenuhi. Dukungan tersebut meliputi penyediaan benih, pupuk, serta alat dan mesin pertanian untuk kegiatan prapanen maupun pascapanen.

Menurut Muchendi, dukungan sarana produksi juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300.

“Kami optimistis target tersebut dapat dicapai apabila dukungan sarana produksi pertanian tersedia dengan baik. Dukungan itu juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300,” ujarnya.

Ia menjelaskan luas baku sawah di Kabupaten OKI mencapai 105.436 hektare. Sekitar 30 persen di antaranya merupakan lahan rawa lebak yang selama ini belum tergarap optimal akibat genangan air dengan kedalaman dua hingga empat meter.

Menurut dia, kondisi kemarau akibat El Nino justru dapat membuka peluang perluasan areal tanam di kawasan tersebut.

Melalui gerakan percepatan tanam ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *