oleh

Motiv Pembunuhan Depkolektor Masih Didalami Diduga ada Unsur Perampokan

BATURAJA I Unit reserse kriminal polsek Tanjung Agung dan polsek Ulu ogan hingga kini masih mendalami motiv pembunuhan terhadap awaludin (33), yang ditemukan tewas dengan sejumlah luka dibagian kepala dan wajah korban. Polisi menilai ada aksi kriminal lain selain pembunuhan yang dialami korban.

Baca : Depkolektor ditemukan tewas bersimbah darah

Kapolsek ranjung agung AKP alfian HN saat dijumpai disekitar lokasi penemuan jenazah tersebut menilai, jasad korban sengaja dibuang ke dasar jurang diduga untuk menghilangkan alat bukti atas aksi kriminal ini. Selain pembunuhan, pihaknya menilai ada unsur pencurian dengan diawali tindak kekerasa.

Petugas medis dan aparat kepolisian dari polsek Ulu Ogan dan Polsek Tanjung Agung saat memeriksa jasat Awaludin, depcolector columbus yang ditemukan tewas disekitar anak sungai Samkumbang. Foto : Deden A. Saputra.
Petugas medis dan aparat kepolisian dari polsek Ulu Ogan dan Polsek Tanjung Agung saat memeriksa jasat Awaludin, depcolector columbus yang ditemukan tewas disekitar anak sungai Samkumbang. Foto : Deden A. Saputra.

“Motor yang dikendarai korban termasuk sejumlah barang berharga hilang, dan yang kita dapati hanya jasat dengan pakaian yang melekat dibadan. Kuat dugaan ini ada kaitannya dengan aksi perampokan, namun kita masih akan mendalami hal ini,” tuturnya.

Menurutnya, motor yang dikendarai korban jenis Honda Beat dengan No polisi BG5364FA pun raib. Selain itu, diketahui sejumlah uang, 2 unit ponsel serta serba berbagai dokumen penting lainnya pun lenyap. Hal ini lah yang membuat polisi berasumsi jika adanya indikasi kriminal lain selain pembunuhan.

“Termasuk dari pihak Columbus pun akan kita mintai keretangan, data tagihan yang dibawa korban ini juga penting untuk mengetahui motiv pembunuhan ini,” tambah Alfian.

Pihaknya meyakini ada lokasi lain selain tempat ditemukannya jasad korban ini.

“Nah apakah lokasi lain ini masuk ke wilayah hukum polsek Uku Ogan atau wilayah kita (polsek tanjung agung, red) kita belum tahu, yang jelas yang menjadi pembatas itu adalah badan jalan, dan kemungkinan TKP awal ini ada di badan jalan lalu korban dibuang ke tempay dimana jasad ditemukan,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya masih memintai keterangan dari sejumlah saksi. Mulai dari saksi yang pertama menemukan jasad korban, hingga rekan rekan korban yang saat bertugas terakhir bersamanya.

Sementara menurut Kapolsek Ulu Ogan IPDA Duarsah AS, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Herlianto (28) bin Zarkawi, yang merupakan pemilik perkebunan kopi yang berada tepat tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban.

Saat itu, lanjurnya, harlianto tengah meberikan pupuk diareal perkebumamnya. Namun saat melihat kearah semak belukar menuju aliran anak sungan samkumbang, dirinya menaruh curiga karena ada bekas dilalui orang.

“Waktu lihat bekas rumput dilewati itu, dirinya melihat ada jasad korban ini dan kita langsung menuju lokasi, dan ternyata lokasi jasad inj masuk ke wilayah hukun Tanjung Agung,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya masih akan terus berkoordinasi terkait pembunuhan ini, sehingga pelaku dan motiv pembunuhannya pun akan jelas.

Saat disoal adakah kemungkinan korban tewas terkait profesinya sebagai depcolector, dirinya masih enggan memberikan keterangan resmi.

“Yang jelas kita akan ungkap dulu. Apakah nantinya ada keterkaitan dengan profesi korban ataupun perampokan dan pembunuhan murni kita belum tahu. Saat ini petugas masih mendalami kasus ini,” tambahnya.

Sementara dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan menyebutkan, awaludin dan rekan seprofesinya rutin berkunjung ke kecamatan Ulu Ogan untuk melakukan tagihan. Rutinitas tersebut biasanya dilakukan setiap hari rabu di tiap pekannya. Sebelum pembunuhan tersebut, awaludin sempat berjumpa dengan rekan sejawatnya, yang kemudian ia terpisah.

Terakhir, awaludin meninggalkan kecamatan ulu ogan danbkeluar dari desa Ulak Lebar, sekitar puku 17.30 petang. Ketika berangkat menuju Baturaja yang korban memilih jalan desa Pedatataran bukan jalan mendingin. dari sinilah diduga kuat persoalan muncul, sebab jalan ini selain berkelok dan bertebing juga sepi dari aktifitas lalu lintas, hingga ada kemungkinan korban di hadang di tengah jalan lalu di bunuh oleh pelaku kemudian di buang ke arah Desa Bedegung untuk menghilangkan jejak.

Saat evakuasi dilakukan, istri dan orang tua korban yang menunggu di jalan utama tampak syok. Tagisan pecah saat jasad korban tiba di jalan aspal dan mulai diangkut untuk dioutopsi.

“Tolong kami ini pak, tolong pak,” ujar istri korban dengam wajah pucat dan berlimang air mata. (Deni A. Saputra)

Komentar

Berita Lainnya