PALI I Minimnya sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam menyambut pesta demokrasi masyarakat Bumi Serepat Serasan, membuat masyarakat mulai bertanya-tanya bagaimana kinerja pihak penyelenggara untuk mensukseskan pelaksanaanya 9 Desember 2015 mendatang
Salah satu warga Kecamatan Abab, Mulyadi mengatakan, bahwa kinerja pihak penyelengara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten PALI, hingga saat ini masih terbilang minim untuk mengajak seluruh masyarakat turut serta melakukan pencoblosan, guna memilih pemimpin mereka untuk lima tahun mendatang.
“Sosialisasi itu penting untuk masyarakat. Karena hal itu akan menentukan persentase angka golput pemilih mendatang. Jadi, dengan anggaran sebesar Rp 17 miliar dari APBD PALI, ditambah Rp 900 miliar dari APBN, saya rasa sangat cukup untuk membuat Pilkada PALI ini sukses dan persentase pemilih bisa tinggi,” ujarnya, Senin (23/11/2015).
Lebih lanjut dirinya menilai, dari kasat matanya saat berkeliling diwilayah Kabupaten PALI, nyaris 80 persen sama sekali tidak ada baliho sosialisasi yang dipasang oleh KPUD Kabupaten PALI disetiap desa. “Bisa dikatakan 80 persen tidak ada sosialisasi. Paling, cuma ada di kecamatan saja, itupun tidak berpengaruh besar. Jadi sangat tidak sesuai dengan besarnya anggaran kita dalam mendukung untuk suksesnya Pilkada PALI ini,” lanjutnya.
Pengamat politik Kabupaten PALI Firdaus Hasbullah SH, bahwa dirinya mampu memprediksi tingkat golput dalam Pilkada PALI mendatang, diperkirakan mencapai angka 45 persen, apabila tidak ada sosialisasi yang dilakukan pihak KPUD Kabupaten PALI, baik secara langsung, pemasangan baliho, maupun di media massa.
“Memang kurang sosialisasi. Apalagi di PALI ini mayoritas masyarakatnya merupakan petani karet yang selalu berada dikebun. Kalau tetap seperti ini bisa dipastikan Pilkada PALI tidak sukses. Mestinya penyelengara harus mengutamakan sosialisasi setelah menjalankan tahapan-tahapan. Jadi jangan menghabiskan anggaran dengan tidak efektif, percuma uang banyak keluar tapi hasilnya nol,” tegasnya.
Sementara, Ketua KPUD PALI H Hasyim SE MSi, melalui Divisi Hukum Santoso mengatakan, bahwa pihaknya sejauh ini sudah melakukan sosialisasi, baik memasang alat peraga kampaye perkecamatan dan juga sosialisasi melalui media cetak. ”Sudah dilakukan, dan besok kita merencanakan sosialisasi dan sasarannya pemilih pemula,” ujarnya.
Terkait dengan adanya prediksi golput sambung Santoso, pihaknya akan berupaya keras terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya di 9 Desember nanti. “Suksesnya Pilkada minimal 77 persen masyarakat menggunakan hak pilihnya, kita berdoa dan berusaha pilkada PALI sukses dengan 80 persen hak pilih nantinya,” pungkasnya. (Aras)