oleh

Militan Kurdi Mengaku Lakukan Pengeboman di Ankara

PALEMBANG I Sebuah kelompok militan Kurdi yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan atau PKK mengaku berada di balik pengeboman di Ankara, Turki, yang menewaskan 28 orang Rabu lalu.

Diberitakan Reuters, Jumat (19/2), Elang Kebebasan Kurdistan, TAK, mengatakan pengeboman itu dilakukan untuk balas dendam atas kebijakan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang memerangi mereka.

TAK dalam pernyataannya mengatakan bahwa mereka tidak akan berhenti menyerang Turki. Mereka juga mengatakan pelaku pengeboman di Ankara adalah pria berusia 26 tahun yang berasal dari kota Van.

Ini bukan kali pertama TAK melakukan serangan. Desember tahun lalu mereka menembakkan mortir ke bandara kedua Istanbul yang menewaskan seorang petugas kebersihan.

Turki menganggap PKK dan afiliasinya adalah kelompok separatis teroris yang merongrong kedaulatan negara. TAK dan PKK juga masuk dalam daftar teroris Amerika Serikat.

Namun kelompok Kurdi lainnya di Suriah, YPD, justru mendapatkan bantuan dari AS dalam menghadapi ISIS. Hal ini membuat Erdogan berang, pasalnya sayap tempur YPD, YPG, telah melakukan beberapa serangan di Turki.

Erdogan dalam pernyataannya pekan ini mengatakan bahwa bantuan senjata dari AS untuk YPD akan digunakan untuk menyerang Turki.

“Sebulan lalu dalam pertemuan saya dengan dia [Barack Obama], saya katakan bahwa AS menyuplai senjata dari tiga pesawat, setengahnya jatuh ke tangan Daesh [ISIS], setengahnya ke tangan YPD. Mereka menggunakan senjata ini terhadap rakyat sipil dan membunuh mereka,” kata Erdogan. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya