oleh

Meresahkan, Dishubkominfo OKI Tertibkan Belasan Pos Pungli

Pos pantau yang melakukan pungutan terhadap para sopir angkutan, karena dianggap meresahkan
Pos pantau yang berkedok suruhan rumah makan dan kerap melakukan pungli terhadap para sopir angkutan dibongkar. Fhoto : Romi Maradona

KAYUAGUNG I Menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ilir (OKI), Jauhari, bahwa disepanjang jalan lintas timur (jalintim) OKI, banyak terdapat Pos pantau yang melakukan pungutan terhadap para sopir angkutan, karena dianggap meresahkan, Dinas perhubungan bersama Polri dan TNI melakukan penertiban terhadap pos-pos tersebut.

Pantauan dilapangan, Senin(18/4) sekitar pukul 14.00 WIB, Personil gabungan menyisir beberapa titik Pos pantau di wilayah Kayuagung, mulai dari Pos pantau agung perkasa prima karim jaya (APPK) dan Putra Pegagan (PP) yang berada di jalintim tepatnya Desa celikah, empat penjaga pos langsung dikumpulkan untuk dimintai keterangan terkait pungutan yang mereka lakukan.

Selanjutnya para penjaga pos yang melakukan pungli diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya dan disuruh membongkar sendiri baleho dan pos milik mereka. Petugas gabungan melanjutkan penertiban di Pos AK di jalintim Kelurahan cintaraja kayuagung, Pos pantau bukit asam di depan rumah makan Ami berkah, kelurahan jua-jua.

Saat petugas mendatangi pos pantau di Desa muara baru Kayuagung, sayangnya pos sudah kosong, razia diduga sudah Bicor.” Untuk penertiban tahap awal ini kita lakukan di wilayah kayuagung dan sekitar, beberapa hari kedepan penertiban akan kita lanjutkan sampai ke Mesuji,” kata Kepala Dinas Perhubungan kabupaten OKI Tohiryanto.

Pos-pungli2Menurut Tohir, Para penjaga Pos Pantau tersebut untuk sementara di berikan peringatan dan diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak lagi melakukan pungli.” Dari data yang kita punya ada 12 Pos pantau disepanjang Jalintim wilayah OKI, Kalau kedepan ternyata mereka masih melakukan Pungli, maka bukan kami lagi yang menertibkanya, tetapi pihak Kepolisian yang akan langsung menangkapnya, karena mereka sudah dikategorikan sebagai Preman,” jelasnya.

Ditambahkan Kasat Sabara Polres OKI, AKP Nofrizal, bahwa pihaknya juga sering mendapat laporan masyarakat terakit mulai berkembangnya pungli mengatasnamakan Pos pantau.” Kebetulan Dishub juga mengajak bersama-sama untuk menertibkanya, sementara kita berikan peringatan dan kami minta agar mereka menghentikan aktifitas membongkar pos dan baleho, jika kedepan masih diulangi mereka akan kita tangkap,”terangnya.

Salah satu penjaga Pos pantau APPK celikah, mengaku kalau mereka hanya melakukan pendataan dan tidak memaksa meminta uang kepada sopir.”Biasanya sopir memberikan uang sukarela pak, uang itu dipakai jika mereka para sopir mengalami kecelakaan kami bisa bantu,”akunya.(Romi Maradona)

Komentar

Berita Lainnya