oleh

Mengintip Kreativitas Warga Binaan di Lapas Kelas IIIa Kayuagung

Iwan, Warga Prumnas Sako Palembang, terpidana kasus narkoba melihatkan hasil kreativitasnya di penjara. Fhoto : Romi
Iwan, Warga Prumnas Sako Palembang, terpidana kasus narkoba melihatkan hasil kreativitasnya di penjara. Fhoto : Romi

KAYUAGUNG I Meskipun berada dibalik jeruji besi yang dikelilingi tembok tebal dan menjulang tinggi tidak membuat kreatifitas seseorang menjadi mati, seperti halnya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIIa Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Hampir semua Narapidana dan Tahanan di lapas ini mempunyai keahlian dan jiwa seni yang tinggi.

Mulyono (38) misalnya, salah satu warga binaan yang divonis 4 tahun suvsider 2 bulan atas kasus penyalahgunaan narkoba ini mampu membuahkan karya miniatur aneka barang yang istimewa dan bernilai artistik tinggi.

Uniknya, bahan baku dari miniatur karya Muliyono cuma berasal dari limbah kertas kardus, lem kayu dan cat.  “Untuk mengisi waktu luang saya bersama teman-teman lainnya membuat kerajinan seperti ini,” ujar Muliyono saat dibincangi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kreativitas yang mereka lakukan ini tanpa adanya pembinaan khusus ataupun melalui pelatihan akan tetapi bisa dengan sendirinya. “ Awalnya hanya melihat ada napi yang membuat kerajinan akhirnya kita ikut-ikutan dan alhmadulillah berkat adanya kemauan saya bisa membuat beberapa kerajinan dari bahan kardus,”jelasnya.

Saat ini, Muliyono dan rekannya sesame napi berhasil membuat puluhan kerajinan berbahan kardus seperti boneka angribird, asbak rokok, burung, bahkan perahu kajang khas kota kayuagung.

Senada diungkapkan Iwan, Warga Prumnas Sako Palembang yang juga terpidana kasus narkoba kerajinan yang mereka buat murni merupakan ide mereka sendiri tanpa adanya pelatihan khusus. “Bahannya cukup mudah didapat seperti kardus, lem Fox dan cat, yang kami beli dari kantin penjara,”ungkapnya.

Hasil karya para napi yang dirakit rapi dan nyaris menyerupai bentuk aslinya dengan ukuran bervariatif. Fhoto : Romi
Hasil karya para napi yang dirakit rapi dan nyaris menyerupai bentuk aslinya dengan ukuran bervariatif. Fhoto : Romi

Proses pembuatan sendiri lanjut Iwan, limbah kardus direndam dengan air hingga menjadi bubur kemudian baru dibentuk sesuai dengan keinginan setelah itu dijemur baru kemudian di kasih lem fox baru dicat sesuai dengan warna dan keinginan masing-masing,”jelasnya.

Semua hasil karya itu itu dirakit rapi dan nyaris menyerupai bentuk aslinya dengan ukuran yang bervariatif. “Sejauh ini hasil kerajinan tersebut biasanya dipamerkan saat tujuh belas agustus saja terkadang dikirim ke keluarga di rumah,” ujar Iwan lagi.

Iwan berharap hasil kerajinan yang dibuat oleh rekan-rekannya sesama napi bisa dipasarkan keluar dengan bantuan dari pemerintah ataupun dinas terkait sehingga bisa bernilai ekonomis.

Sementara itu, Mujiarto Kepala Lapas kelas IIIa Kayuagung, mengatakan untuk merangsang kreativitas warga binaan, setiap karya yang dihasilkan diikutkan dalam pameran di Jakarta. “Kita berharap setiap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang cukup setelah bebas dari hukuman. Dengan begitu, mereka bisa kembali membaur bersama masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah melakukan kerja sama dengan beberapa instansi dinas di Kabupaten OKI. Seperti kerja sama dengan Kemenag berupa program pesantren dan pengajian, lalu Dinas Perikanan melalui program pembibitan ikan.

“Saya berharap ada stakeholder lainnya yang mau kerjasama. Agar banyak kegiatan di Lapas, dan hal itu sangat berguna bagi warga binaan,” ucap Mujiarto.

Selain itu, dirinya berharap ada pembinaan khusus untuk kreativitas para warga binaan terutama dari segi pemasarannya. “Sejauh ini sudah banyak kerajinan yang dihasilkan oleh warga binaan ini tapi mereka kesulitan dalam hal pemasaran, kita berharap kiranya pemerintah mau membantu mereka karena mereka juga merupakan warga OKI,”jelasnya.

Katanya, saat ini untuk warga binaan di lapas kayuagung sebanyak 405 warga binaan dengan rincian 91 tahanan dan 314 narapidana. Untuk napi dan tahanan narkoba sebanyak 187 warga binaan, sedangkan untuk kriminal sebanyak 218 warga binaan. (Romi Maradona)

 

Komentar

Berita Lainnya