oleh

Kembangkan Kerajinan Batik, PKK PALI Kirim Kader Ke Jambi

PALI I Kegiatan PKK tidak selamanya hanya sekedar seremoni semata. Banyak hal bisa dilakukan dalam memberdayakan kader mereka yang didominasi perempuan. Salah satunya meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui kerajinan batik. Disamping bisa memberikan manfaat ekonomi, kerajinan ini juga bisa membangkitkan semangat kecintaan terhadap daerah.

Seperti yang dilakukan TP-PKK Kabupaten PALI yang berusaha mengembangkan industri rumahan yaitu kerajinan batik. Melihat potensi desa Raja kecamatan Tanah Abang yang banyak hidup dari usaha menjahit, Ir Hj Sri Kustina Heri Amalindo selaku ketua TP-PKK memberikan peluang bagi ibu-ibu untuk berkembang lebih maju.

Kreatifitas ibu-ibu didesa itu yang mempunyai keahlian menjahit dan bordir dikembangkan lagi dengan mengajak mereka untuk belajar membatik. Tidak tanggung-tanggung, salah satu sentra kerajinan batik disasar sebagai tempat untuk belajar. Sebanyak 12 orang penjahit dikirim ke Kota Jambi selama dua minggu untuk belajar lebih jauh.

“Kita ingin mendorong kreatifitas warga agar lebih maju. Usaha menjahit kita dorong untuk berkembang. Ibu-ibu harus bisa memberikan manfaat ekonomi lebih banyak bagi keluarganya,” ujar Sri Kustina saat melepas keberangkat mereka menuju kota Jambi di Kantin Melati Komperta Pendopo, Minggu (10/4).

Sri Kustina berharap, sepulang dari Jambi nanti para ibu-ibu itu harus bisa menerapkan hasil belajarnya untuk dibawa dan ditularkan kepada ibu-ibu lainya. Sehingga akan muncul sentra kerajinan batik khas PALI.

“Batik khas itu tidak bisa dipaksakan, tapi harus tumbuh dari tengah masyarakat. Karena itu kita dorong kreatifitas warga agar berkembang lebih jauh. Kenapa warga desa Raja kita pilih, karena mereka sudah ada dasar keahlian yaitu menjahit. Saya yakin ibu-ibu dapat berkembang lebih pesat lagi. Kita sudah melihat, kerajinan batik Jambi cocok untuk dikembangkan di sini,” tukasnya.

Senada dengan Sri Kustina, Bupati PALI Heri Amalindo juga mengungkapkan bahwa dalam menghadapi harga karet yang rendah adalah dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan sebanyak-banyaknya. Salah satunya adalah mengembangkan usaha rumahan berupa kerajinan batik.

Heri juga meminta kepada peserta pelatihan agar dapat menjaga nama baik kabupaten PALI. Dan bertekad untuk lebih maju dan lebih cemerlang. “Sesuai dengan jargon kita menuju Pali Cemerlang, maka ibu-ibu harus berbuat agar bisa mewujudkannya. Untuk pemasarannya nanti bisa untuk kalangan internal masyarakat PALI. Apalagi setiap hari kamis, pegawai di jajaran Pemkab diwajibkan menggunakan baju batik. Kalau hasilnya bagus, batik hasil produksi kita pasti laku bahkan bisa kita jual keluar daerah,” terangnya. (Aras)

Komentar

Berita Lainnya