oleh

Memperingati Hari Air Sedunia ke-29, BWSS VIII Sumsel Gelar Penanaman 250 Pohon

KAYUAGUNG – Memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) ke-29 tahun 2021, satuan kerja Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VIII Sumatera Selatan mengadakan aksi penanaman 250 pohon penghijauan.

Acara yang dipusatkan di objek wisata Embung Konservasi Kelurahan Cintaraja Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin (22/3/2021) siang.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Ir. Birendrajana MT mengatakan World Water Day atau hari air sedunia merupakan peringatan untuk menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan.

Namun, faktanya manusia sering kali tidak menghargai air dan lingkungan, hal tersebut dapat terlihat pada saat timbulnya bencana banjir ketika musim hujan dan kelangkaan air pada musim kemarau serta pencemaran air tanah dan sungai.

“Tentunya hal tersebut dapat mengancam kehidupan manusia, disebabkan perilaku manusia itu sendiri yang hanya mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan keseimbangan atau kelestarian lingkungan hidup,” jelasnya didepan puluhan tamu undangan yang datang.

Disampaikannya dengan momentum peringatan hari air sedunia ini hendaknya membangkitkan kesadaran akan pentingnya air dalam kehidupan manusia.

“Maka dari itu kami (BWSS VIII) mengadakan kegiatan penanaman pohon di Embung Konservasi Kayu Agung sebagai salah satu wujud tanggung jawab terhadap konservasi alam dan lingkungan,” ujarnya.

Momentum peringatan serentak ini diharapkan mampu menggalang partisipasi seluruh rakyat Indonesia untuk dan memelihara pohon demi kepentingan anak cucu di masa datang.

Birendrajana juga mengajak masyarakat agar dapat melestarikan budaya menanam ini demi terselenggaranya pembangunan guna tercapainya cita-cita bersama yaitu terwujudnya Indonesia Hijau.

“Saya yakin Gerakan Penanaman Pohon ini akan memberikan hasil nyata bagi kita semua seperti berkurangnya banjir dan tanah longsor saat musim penghujan,”

“Berkurangnya kekeringan berkepanjangan pada musim kemarau, lingkungan kota yang sehat, sejuk, indah, nyaman dan damai, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati OKI, H. Iskandar SE menyebutkan dihari air sedunia ini adalah pengingat untuk terus mensyukuri salah satu anugerah tuhan yang tidak ternilai harganya yaitu air.

“Selain memperbaiki dan merangka persediaan dimasa depan, air merupakan sumber utama dalam pembangunan, dan melalui sumber air dapat membantu terpenuhnya kebutuhan hidup,” papar Bupati. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya