oleh

Mawardi Yahya Ajak Pertahankan Bahasa Daerah Melalui Komunikasi Keluarga

PALEMBANG – Di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, kerap kali mengerus budaya dan bahasa yang ada di dalam masyarakat termasuk dalam keluarga. Karena itu Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya mengajak semua warga Sumsel untuk tetap mempertahankan budaya dan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap kearifan lokal. Termasuk juga menggunakan bahasa kiasan merupakan budaya atau adat istiadat yang harus terus dipertahankan. Di mana bahasa kiasan tersebut dikenal sejak kecil melalui orangtua kita dulu,” ungkapnya saat wawancara Eksklusif Kebudayaan dan Pariwisata di Sumsel bertempat di Ruang Tamu Wakil Gubernur Sumsel, Selasa (16//2021).

Lebih lanjut, Mawardi menyebut, dirinya hingga saat ini dirinya masih menerapkan pemakaian bahasa kiasan tersebut. Salah satu contoh yakni, bukalah pintu selebar-lebarnya agar rezeki dapat masuk. “Artinya pintu rumah itu harus terbuka untuk siapapun, baik untuk saudara maupun kerabat. Karena rezeki itu bisa datang melalui siapa saja. Hal itu juga dari dulu selalu diterapkan, bakan sejak dari orangtua saya,” ujarnya.

Diketahui, kata kiasan adalah kata-kata yang sangat tidak formal dan bukan dalam arti kata yang sebenarnya. Kata kiasan dipakai untuk memberi rasa keindahan dan penekanan pada pentingnya hal yang disampaikan. (ade)

Komentar

Berita Lainnya