oleh

Mahal dan Berbeda-beda, Biaya Rapid Test Antigen di Bangka Dikeluhkan Warga

PANGKALPINANG – Sejumlah warga di Pulau Bangka yang berpergian ke luar kota mengeluhkan biaya mahal untuk membayar rapid test antigen. Bahkan warga dibuat bingung dengan tarif yang dikenakan pihak rumah sakit maupun klinik yang berbeda-beda.

Semisal, RS Siloam Bangka mengenakan tarif rapid test antigen Rp190 ribu, RSBT Rp200 ribu, Bandara Depati Amir Rp200 ribu dan RS KIM Rp200 ribu, kecuali ada kerjasama dengan maskapai Sriwijaya Air digratiskan.

Perbedaan mencolok di kota Palembang biaya rapid test antigen di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II hanya dikenakan tarif Rp150 ribu. Bahkan di klinik Rezky Medika di Jalan Letjen Harun Sohar Sukarami Palembang hanya Rp130 ribu jika bepergian dengan maskapai/udara. Sementara untuk perjalanan darat dikenakan tarif Rp150 ribu.

“Memang di Bangka biaya rapid test antigen terkesan mahal dibandingkan provinsi lain. Justru itu kita warga dibuat bingung kenapa pemerintah tidak memukul rata biaya di seluruh rumah sakit maupun klinik,” kata Budi Marsudi, penumpang maskapai di Bandara Depati Amir, Sabtu (19/6/2021).

Sama halnya dengan Nabila, warga Selan juga mengutarakan kekecewaannya kenapa harga rapid test antigen di Bangka berbeda-beda.

“Selain harganya mahal, saya juga keberatan dengan biaya tambahan gegara covid-19 ini. Sudah membayar mahal biaya tiket pesawat harus bayar lagi antigen Rp200 ribu. Emang kalau di pelabuhan Tanjung Kalian kita harus rapid test antigen, gak ada pilihan lain. Enak kalau di bandara ada genose Rp40 ribu cuma bayar kantong tapi berlaku hanya 24 jam,” keluhnya.

Menanggapi biaya mahal dan berbeda-beda, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim mengatakan memang semua biaya rapid test antigen bervariatif.

“Memang biaya rapid test berbeda-beda karena mereka (rumah sakit) swasta. Sebenarnya pemerintah sudah menerapkan tarif paling mahal Rp250 ribu, sedangkan yang murah diatas Rp100 ribu. Kecenderungan tarif berbeda-beda itu bisa disebabkan harga perangkat test yang bervariasi. Selain itu, ada biaya-biaya tambahan yang membuat harga tes di setiap instansi berbeda, misalnya cara pengambilan sampel darah, alat pelindung diri (APD) petugas, dan lai-lainnya. Sementara kalau di Dinkes Kota Pangkalpinang memang gratis untuk instansi-instansi,” jelas dr Hakim dihubungi melalui ponselnya, Sabtu malam (19/6/2021).

Sementara itu, Boy Yandra, Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Bangka membenarkan biaya rapid test di Pulau Bangka berbeda-beda.

“Memang harganya berbeda-beda. Kalau RS Medika Rp200 ribu, RSUD Depati Bahrin Rp250 ribu dan klinik di arah Jelutung Rp150 ribu. Saya juga gak paham kenapa harganya berbeda-beda. Saya biasa tes di RSUD, mungkin merek atau jenis alat rapid test antigen yang berbeda-beda. Nanti saya tanyakan dengan pihak rumah sakit kenapa harganya bisa beda,” kata Boy Yandra, Sabtu (19/6/2021).

Perbedaan Rapid Test Antigen dengan Rapid Test Antibodi

Rapid test antigen berbeda dengan rapid test antibody yang biasanya diberlakukan untuk bepergian ke luar kota. Adapun perbedaan utama dari kedua tes ini adalah dari sampel yang diambil.

Sampel rapid test antibodi diambil dari darah. Sementara sampel rapid test antigen diambil dari lendir di hidung dan tenggorokan.

Cara kerja rapid test antibodi dengan rapid test antigen pun berbeda. Rapid test antibodi hanya mengetahui aktif tidaknya antibodi terhadap virus corona.

Sedangkan cara kerja rapid test antigen adalah untuk mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan. Inti dari tes antigen adalah mendeteksi keberadaan protein (protein nukleokapsid) yang merupakan bagian dari SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Sehingga ketika protein itu teridentifikasi, tim medis akan memberikan tindakan langsung kepada pasien yang terinfeksi. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya