pemkab muba pemkab muba
Lahat

Lampaui Target Nasional dan Terendah di Sumsel, Pemkab Lahat Terus Intervensi Cegah Stunting

72
×

Lampaui Target Nasional dan Terendah di Sumsel, Pemkab Lahat Terus Intervensi Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

Lahat – Kabupaten Lahat lampaui target nasional dalam menekan angka stunting, yang lebih membanggakan lagi saat ini merupakan terendah se Sumatera Selatan.

Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023, stunting di Kabupaten Lahat berada di angka 7,8 persen. Sebelumnya pada tahun 2020 yang sempat menginjak angka hingga 48,1 persen, sementara target nasional stunting yakni sebesar 14 persen.

Meski stunting menyentuh angka 7,8 persen, rupanya tak membuat Pemerintah Kabupaten Lahat berpuas diri. Dengan melebihi target nasional serta terendah di Sumsel, Pemkab Lahat justru semakin gencar tekan angka stunting dengan Kick Off Intervensi Serentak Cegah Stunting di Kabupaten Lahat tahun 2024.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lahat Chandra SH menjelaskan, pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan yaitu mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.

Saat ini, Kabupaten Lahat memiliki 35 Puskesmas, 360 Desa, 17 Kelurahan dan 454 Posyandu Balita. Sejak 1 hingga 11 Juni 2024 sudah ada 98 Posyandu di Kabupaten Lahat yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kedepannya, ada 356 Posyandu lagi yang akan segera melaksanakan kegiatan ini sesuai dengan jadwalnya masing-masing

“Kegiatan intervensi pencegahan stunting serentak berlangsung selama bulan Juni 2024,” ujar Chandra, Jumat (14/6/2024).

Sementara, Pj Bupati Lahat Muhammad Farid SSTP MSi menyampaikan, sekarang Kabupaten Lahat memiliki angka prevalensi stunting 7,8%. Angka tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo dan merupakan yang terendah di Provinsi Sumatera Selatan.

“Hal tersebut tentunya merupakan hasil kerja sama yang baik antara OPD, camat, lurah/kades, puskesmas, masyarakat serta stakeholder lainnya. Hal baik seperti itu perlu kita pertahankan atau bahkan kita tingkatkan lagi”, ucap Farid.

Anak-anak sekarang, lanjut Farid, merupakan generasi emas yang nantinya akan memimpin Kabupaten Lahat sehingga Pemkab Lahat harus hadir ditengah mereka. Harapannya, nanti pada saat mereka memimpin Lahat, mereka akan menjadi peduli terhadap kemajuan daerahnya. “Apa yang kita lakukan saat ini cerminan untuk generasi mendatang,” katanya. Sfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *