Lahat

PTBA Dorong Hilirisasi Batu Bara Jadi DME untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

2
×

PTBA Dorong Hilirisasi Batu Bara Jadi DME untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

Lahat – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita serta amanat Pasal 33 UUD 1945 terkait pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.

Di tengah dinamika global yang ditandai ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi, penguatan ketahanan energi menjadi prioritas berbagai negara, termasuk Indonesia.

Saat ini, Indonesia masih menghadapi ketergantungan tinggi terhadap impor LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor produktif. Kondisi ini berdampak pada tekanan neraca perdagangan, kebutuhan devisa, serta meningkatnya beban subsidi energi.

Melalui proyek hilirisasi batu bara menjadi DME, PTBA bersama Pertamina berupaya menghadirkan alternatif energi berbasis sumber daya domestik sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri batu bara nasional.

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari percepatan proyek strategis nasional dalam memperkuat fondasi ekonomi dan energi Indonesia.

“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang saat ini masih mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional,” ujarnya dalam acara groundbreaking proyek hilirisasi fase II, Kamis (29/04/2026).

Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, menyebut hilirisasi batu bara menjadi DME sebagai langkah strategis dengan manfaat besar bagi negara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ia menekankan bahwa banyak manfaat tersebut tidak sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan korporasi, sehingga diperlukan dukungan semua pihak.

“Proyek DME memberikan keuntungan besar bagi negara, meski tidak seluruhnya tercatat dalam pembukuan korporasi. Diharapkan proyek ini dapat berjalan sesuai target agar Indonesia semakin mandiri dalam energi dan pangan,” kata Fuad.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi peningkatan nilai tambah sumber daya mineral dan batu bara nasional.

“MIND ID akan terus mendorong sinergi antar anggota grup dan mitra strategis agar proyek hilirisasi berjalan optimal, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa proyek ini tidak sekadar proyek industri, tetapi juga bentuk kesiapan perusahaan dalam menjawab tantangan energi nasional.

“Proyek ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong industrialisasi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menyatakan bahwa pengembangan DME merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan sekaligus Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berperan penting dalam menciptakan sumber energi baru.

“Pengembangan DME menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor LPG, menghemat devisa, serta memperkuat industri domestik,” katanya.

Selain menekan impor, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan industri pendukung, hingga peningkatan aktivitas ekonomi di daerah.

Dengan sinergi berbagai pihak serta dukungan pemerintah, proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. (Sfr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *