oleh

Lahat Bentuk Tim Cagar Budaya untuk Jaga Megalit

LAHAT – Tidak saja memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti sektor pertambangan, Kabupaten Lahat juga menyimpan banyak benda berserjarah dan salah satunya kebaradaan megalit yang berusia ribuan tahun. Selain pemegang rekor Megalit terbanyak di Indonesia tahun 2012, megalit yang ada di Lahat juga membuktikan jika sejak ribuan tahun lalu jauh sebeluk Bangsa Indonesia Merdeka sudah ada kehidupan dan peradapan di Bumi Seganti Setungguan.

Hal ini pula yang menarik peneliti asing untuk datang ke Kabuten Lahat. Bahkan, menurut Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan Drs. Budi Wiyana mengungkapkan jika peneliti asing sudah menginjakkan kaki di Kabupaten Lahat, tahun 1848. Kedatangan para peneliti itu untuk meneliti situs megalit yang tersebar di Bumi Seganti Setungguan. “Selanjutnya penelitian dilakukan peneliti lokal atau Indonesia,” ungkap Budi Wiayana, Di Oproom Pemerintah Kabupaten Lahat saat audensi dengan Wakil Bupati Lahat H. Haryanto, SE, MM, Minggu (28/2/2021).

Dilanjutkanya, hasil penelitian megalitik kabupaten Lahat yang merupakan kesatuan budaya megalitik Pasemah yang menyebar hingga Pagaralam, Empat Lawang dan Muara Enim merupakan megalitik terbanyak se Indonesia dengan rekor MURI 2012. Tak hanya itu ragam bentuk yang paling banyak, saat ini ada sekitar 15 jenis megalitik yang ada di kabupaten Lahat.

“Dengan potensi yang sangat besar ini maka megalitik kabupaten Lahat layak untuk diusulkan dan dijadikan Warisan Dunia UNESCO yang ke-6 walaupun prosesnya cukup panjang,” katanya.

Wakil Bupati Lahat, H Haryanto, SE, MM sangat menyambut baik audensi dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan. Dikatakanya langkah awal Pemerintah Kabupaten Lahat telah membentuk Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten dan tahun ini akan mengikuti sertifikasi kemudian bekerja untuk memberikan rekomendasi kepada Bupati Lahat terkait penetapan menjadi cagar budaya kabupaten dan selanjutnya menjadi cagar budaya nasional hingga menjadi Warisan Dunia UNESCO.

“Tentu keberadaan megalit ini merupakan benda berharaga dan bersejarah. Tidak saja untik war Lahat tapi juga dunia,” ujarnya. (Sfr)

Komentar

Berita Lainnya