oleh

Komunitas MUBA Berbagi Rasa, Peduli Selat Sunda

Sungai Lilin I Kali Kedua Komunitas MUBA Bersatu terlibat dalam aksi sosial kemanusiaan. Setelah sebelumnya berfokus membantu Palu dan Donggala,  Kini Komunitas MUBA Bersatu Peduli Selat Sunda. Sabtu, (05/01/2019).

Puluhan Komunitas yang terlibat dalam aksi sosial MUBA BERBAGI RASA bersama seluruh komunitas sejak pagi berkumpul untuk melakukan penggalangan dana. Berbagai seragam  dan aksesoris masing-masing mereka kenakan sebagai identitas diri.

Sebagian dari mereka ada yang mengatur lalu lintas, ada juga yang menggunakan kotak kardus menerima uluran tangan para dermawan yang melintas di sekitar Posko Relawan.

Yatno Riyadi atau akrab disapa Mas Joe dari Komunitas PMA Sungai Lilin Selaku Ketua Pelaksana menjelaskan aksi tersebut berlangsung dua hari berfokus di Pasar Sri Gunung dan Pasar Sungai Lilin.

“Insya Allah sesuai rencana aksi ini akan berlangsung dua hari mulai hari ini sabtu 5 januari sampai dengan 6 januari 2019 berpusat di Kecamatan Sungai Lilin,” katanya saat dijumpai di Posko Relawan.

“Besok hari terakhir berpusat di titik-titik tertentu seperti depan Gedung Serbaguna dan Pasar Sungai Lilin. Karna  Surat Pemberitahuan yang kita kirimkan ke POLSEK dan Kecamatan Sungai Lilin hanya berlangsung dua hari,” Imbuhnya.

Komunitas Club Motor  yang terlibat yaitu PMA Sungai Lilin, Slankers MUBA, Viners, NBC, KBS, SCSL, CCDT, HYSK, ARCA, OSD, YHMC, RIC, ENGKEK CLUB, GEROD, RAC, D2LS, RMC, BLANKSAK, KNC, SMVS, L2LS, CRIM, YVMJ, BROS dan ABC.

Komunitas Pecinta Alam GEMAPAKA, FORNUSA MUBA, KAMMI dan PRASPENSA.

Bendahara kegiatan Devi Misnawati dari GEROD Sungai Lilin menambahkan, Hasil Donasi sementara yang terkumpul hari pertama sampai pukul 14.53 WIB berjumlah Rp. 1.970.000.

“Rencana untuk penyaluran belum bisa dipastikan tergantung jumlahnya dan musywarah dari seluruh teman-teman relawan, apakah disalurakan langsung atau juga melalui lembaga sosisal,” Pungkasnya.

Tsunami yang menerjang Selat Sunda terjadi di penghujung tahun, tepatnya pada tanggal 22 Desember 2018.

Peristiwa tsunami yang disebabkan oleh letusan Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda kemudian menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung atau dikenal dengan Selat Sunda. Sedikitnya 426 orang tewas dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa ini.(Syaikodir)

Komentar

Berita Lainnya