INDERALAYA I Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Ogan Ilir menyebabkan debit air Sungai Ogan makin meninggi. Sebelumnya banjir melanda wilayah Kecamatan Pemulutan, Muara Kuang dan lainnya. Kini giliran Kecamatan Tanjung Raja dilanda banjir. Luapan Sungai Ogan sampai saat ini telah memasuki rumah warga dan menyebabkan sebagian warga mulai mengungsi ke rumah saudara.
Pantauan dilapangan, banjir yang melanda RT 07 Kelurahan Tanjung Raja Utara, Kecamatan Tanjung Raja sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir ini. Namun sejak dua pekan terakhir banjir mulai memasuki rumah panggung milik warga, khususnya rumah warga yang berada di pinggiran Sungai Ogan.
Ketinggian banjir kini sudah mencapai 1 hingga 1,5 meter. Oleh warga yang rumahnya dimasuki air secara spontan langsung mengevakuasi anggota keluarganya maupun barang berharga lainnya.
Peristiwa banjir ini rupanya menganggu ekosistem lainnya. Seperti ular, dan biawak sempat keluar dan emmasuki rumah warga.
“Selama banjir ini, ular , biawak sudah masuk ke rumah warga. Bahkan ada warga yang beberapa kali melihat buaya dialiran Sungai Ogan ini,”kata Rapik, warga Kelurahan Tanjung Raja Utara.
Ketua RT 07 Kelurahan Tanjung Raja Utara, Ismail menambahkan khsuus di RT 07 setidaknya sudah ada 5 kepala keluarga yang mengungsi ke rumah sanak keluarga lantaran rumah sudah dimasuki air.
“Warga yang rumahnya dimasuki air memasangkan bambu sebagai jembatan agar dapat dilalui. Bayangkan saja rumah warga dimasuki air hingga sedalam satu meter,”ucapnya.
Selain itu pula, lanjut dia, bencana tahunan ini membuat warga kesulitan mencari nafkah. Tempat usaha yang dijadikan sebagai ladang penghasilan sehari-hari juga ikut terendam banjir.
“Kami hanya berharap pemerintah dapat segera memberi bantuan bahan pangan kepada warga yang menjadi korban banjir ini,”tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPBD OI Syakroni berjanji akan melihat kondisi banjir yang melanda warga Tanjung Raja dan sesegera berkoordinasi dengan BPBD Sumsel guna meminta tambahan bantuan bagi korban banjir.
“Nanti petugas akan melakukan pengecekan dahbulu. Petugas akan mendata berapa banyak warga yang menjadi kroban banjir. Kemudian nanti kami akan laporkan ke BPBD Sumsel untuk mendapatkan bantuan,”katanya. (ST)













