oleh

Kawasan Wisata Teluk Seruo Ogan Ilir Bermasalah

INDERALAYA I Lahan kawasan wisata Teluk Seruo yang menjadi andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) yang berada tepat dibelakang Kawasan Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya ternyata bermasalah. Pasalnya, sebagian besar luas lahan Teluk Seruo yang menjadi  Ruang Kreasi Publik (RKP) seluas 15 hektar diklaim milik warga. Ini terlihat dari papan merk yang ditancapkan di lahan  Teluk Seruo yang bertuliskan “Tanah Hak Milik Rusmi No 01/1988 dengan luas  50 M x 175 M”.

Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Pemkab OI M Ridhon Latiefmembenarkan kalau areal lahan Teluk Seruo saat ini tengah bermasalah, dimana sebagian lahannya diklaim milik warga.

“Sebenarnya warga yang mengklaim lahan Teluk Seruo itu bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah terjadi sejak tahun 2014 lalu,”tutur Ridhon kemarin.

Menurut dia, warga yang mengklaim tersebut hanya mengantongi  surat keterangan hak tanah (SKHT). Sementara Teluk Seruo sendiri merupakan aset milik Pemkab OI, dimana sertifikatnya saat ini tengah diproses dan tinggal menunggu pengukurannya saja.

Menginggat lahan Teluk Seruo ini merupakan aset milik Pemkab OI sebagai warisan Pemkab OKI saat terjadi pemekaran, maka aset ini memang harus diamankan.

“Tidak ada istilah ganti rugi kepada warga yang mengklaim kalau lahan itu adalah miliknya. Kalau mau ganti rugi jelas-jelas Pemkab OI melakukan pelanggaran dan itu menyalahi,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab OI Tarmuji menambahkan Teluk Seruo tersebut awalnya merupakan kawasan perlindungan atau pelestarian habitat hewan ikan.

Dia menjelaskan bahwa area tersebut merupakan milik Pemkab OKI dan sejak terjadi pemekaran, maka aset tersebut diserahkan kepada Pemkab OI.

“Saat ini Teluk Seruo sudah disulap menjadi kawasan Ruang Kreasi Publik yang didalamnya ada kegiatan perikanannya juga yakni berupaya edukasi perikanan. Bahkan saya pernah mengikuti rapat kalau persoalan Teluk Seruo yang diklaim warga tidak ada kata kesimpulan. Pemkab OI tidak mungkin harus melakukan ganti rugi. Kalaupun dilakukan jelas Pemkab OI melakukan kesalahan dan pelanggaran karena status Teluk Seruo merupakan tanah aset milik pemerintah,”jelasnya. (ST)

Komentar

Berita Lainnya