oleh

Petani Karet Disarankan Kembangkan Tanaman Pangan

Kepala Dinas Perkebunan OKI, Asmar Wijaya
Kepala Dinas Perkebunan OKI, Asmar Wijaya

KAYUAGUNG I Anjloknya harga karet dan sawit yang sudah berlangsung lama membuat para petani karet di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terpuruk. Untuk itu, dinas perkebunan Kabupaten OKI menyarankan kepada para petani karet dan sawit untuk mulai mengembangkan tanaman pangan seperti sukun dan sejenisnya.

Kepala Dinas Perkebunan OKI, Ir Asmar Wijaya mengatakan, dengan kondisi harga TBS kelapa sawit dan karet yang tidak stabil secara nasional, tanaman pangan bisa menjadi alternatif bagi warga. “Kita menyadari, kini harga kelapa sawit hanya Rp500/Kg dan karet Rp5 ribu/Kg. Hal itu membuat ekonomi masyarakat menjadi morat-marit, apalagi jika ada anaknya yang kuliah. Jadi solusinya bisa mengembangkan tanaman pangan sukun dan jenis lainnya,” ujarnya diruang kerjanya Rabu (3/2/2016)

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perkebunan sudah memprogramkan peremajaan tanaman karet dan sawit. Program peremajaan tanaman karet dan sawit ini katanya, dikhususkan bagi masyarakat yang mata pencahariannya sebagai petani karet dan sawit.

Dikatakannya, untuk mengatasi agar para petani ini tidak lebih terpuruk lagi, maka Pemkab OKI mengambil langkah-langkah untuk membantu masyarakat. “Disamping menjalankan program-program lain seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kita memprogramkan peremajaan tanaman karet, pengembangan kelapa sawit, bantuan pasca panen dan bantuan organisme gangguan tanaman,” ungkapnya.

Selain terus menjalankan program-program lama, kata Asmar, di tahun 2016 ini pihaknya akan mengembangkan ladang Lada. “Meski selama ini ladang Lada sudah ada, yang diantaranya di Kecamatan Pampangan, Kecamatan Pangkalan Lampam dan Kecamatan Tulung Selapan, kita tetap akan melakukan pengembangan lahan baru,” bebernya.

Dari lahan yang sudah ada, yakni seluas 45 hektar, diharapkan hasilnya nanti dapat membantu ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani karet dan sawit. “Di tahun 2016 ini juga, dengan menggunakan anggaran dari APBD, kita akan melaksanakan pengembangan tanaman tebu seluas 160 hektar. Untuk lokasi masih kita kaji, yang jelas dekat dengan ibukota kabupaten,” ungkapnya seraya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan populasi tanaman pangan, karena dinilai lebih ekonomis.(Romi Maradona)

Komentar

Berita Lainnya