Berita Daerah

Karhutla, Tiga Warga OKI Tewas di Sepucuk

192
×

Karhutla, Tiga Warga OKI Tewas di Sepucuk

Sebarkan artikel ini
Karhutla
pemkab muba pemkab muba

Karhutla, Tiga Warga OKI Tewas di Sepucuk KAYUAGUNG I Tiga warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tewas dalam kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Sepucuk, Kecamatan Kota Kayuagung. Selain itu  tujuh warga juga mengalami luka bakar dan lima orang lainnya hilang dalam simulasi

Namun kejadian tersebut tak benar- benar terjadi, lantaran hanya simulasi yang dilakukan Kodiklat TNI bersama pihak perusahaan, BPMPD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dispora, BPBD, Manggala Agni, TNI serta intansi terkait lainnya.

Simulasi yang digelar di gedung olahraga (GOR) Sepucuk dan GOR Perahu Kajang tersebut melibatkan ratusan personel gabungan. Skenarionya ada kebakaran lahan dan hutan dan menjalar ke pemukiman warga. Selanjutnya, petugas gabungan langsung bertindak cepat melakukan pemadaman.

Ternyata walau sudah dipadamkan, petugas gabungan juga mendapatkan masalah lantaran warga kelaparan, sehingga harus bertindak cepat dan menenangkan warga di pengungsiaan.

”Simulasi ini kita lakukan agar kita siap dan siaga dalam menghadapi Karhutla tahun ini terutama di OKI,” kata Komandan Pusat Latihan Kodiklat TNI, Marsekal Pertama TNI Timbang Sembiring didampingi Direktur Latihan Brigjen TNI Awaludin.

Apalagi kita juga akan menghadapi ASIAN Games tahun 2018 mendatang, sehingga seluruh elemen siap mendukung serta menginginkan Sumsel zero asap. “Peran serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan terutama melakukan pencegahan secara dini dan deteksi dini guna penaggulangan Karhutla di OKI,” bebernya.

Menurutnya, latihan dan simulasi ini dimaksudkan untuk menguji kesiapsiagaan operasional personil gabungan dalam melaksanakan tugas pencegahan dan menanggulangi bencana alam Karhutla.

Setelah dilatih, personel gabungan ini menurut dia akan siap diturunkan ke lapangan mengantisipasi karhutla pada 2017. “Tahun ini, diperkirakan akan ada musim kemarau panjang. Sehingga perlu kewaspadaan yang maksimal sejak dini dari pihak-pihak terkait secara bersamaan,” ujarnya. (Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *