oleh

Justiar Noer Ajak Satgas Berkolaborasi Lawan Covid-19

TOBOALI | Diawal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus baru yaitu corona virus jenis baru (Sars-Cov-2) atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Tak terkecuali di Bangka Selatan, berdasarkan data sampai dengan 16 November 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Babel terus bertambah dari hari ke hari menjadi 805 kasus dan meninggal dunia 10 orang.

“Data yang saya sebutkan ini adalah data WHO per 16 November 2020. Penyebaran Covid-19 terjadi cepat dan meluas karena dapat menular melalui kontak dari manusia ke manusia. Saat ini, berita seputar covid masih menjadi perhatian utama,” ujar Bupati Bangka Selatan (Basel) Justiar Noer saat memberikan sambutan dalam acara sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 oleh Forkopimda Provinsi Bangka Belitung, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, Mengamati perkembangan jumlah kasus covid di Indonesia yang terus meningkat, diharapkan Satgas Covid-19 dapat bersinergi. 

“Baik itu provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa dapat bersinergi dengan seluruh OPD berkoordinasi baik lintas program dan lintas sektor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan kasus Covid-19,” kata Justiar. 

Sinergi ini diharapkan bisa memastikan pelaksanaan prokese di Basel. Komunikasi adalah bagian terpenting dalam menghadapi ancaman pandemi. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap prokes. 

“Yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan  serta mencuci tangan pakai sabun atau 3 M. Kebiasaan 3 M harus membudaya agar kita mampu memenangkan peperangan melawan Covid-19,” terangnya.

Kepercayaan publik perlu dibangun dan dijaga agar tidak terjadi kepanikan dalam masyarakat dan agar penanganan dapat berjalan lancar perlu di bangun kolaborasi antara pemerintah, media, masyarakat, pelaku usaha dan akademisi (Pentaheliks).

“Tentunya kolaborasi yang solid dan saling melengkapi. Untuk mengakhiri pandemi satgas covid harus mengajak seluruh masyarakat menjadi garda terdepan dengan menerapkan 3 utama yaitu wajib menjaga iman, aman dan imun,” katanya. 

Lebih lanjut, iman dimaknai dengan menjalankann ibadah sesuai agama dan kepercayaan. Aman diartikan sebagai kepatuhan totalitas terhadap prokes. Sedangkan imun diantaranya dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga kesehatan mental. 

“Dan rajin berolahraga dan beristirahat cukup. Mari bersama-sama kita suarakan, pemerintah serius, siap dan mampu menangani covid, masyarakat tetap tenang dan waspada. Covid-19 bisa sembuh, kita kompak bisa,” jelasnya. (Devi)

#satgascovid19

#ingatpesanibu

#ibupakaimasker

#ingatpesanibujagajarak

#ingatpesanibucucitangan

#pakaimasker

#jagajarak

#jagajarakhindarikerumunan

#cucitangan

#cucitangandengansabun

Komentar

Berita Lainnya