oleh

Jumlah Perokok Perempuan Bertambah di Inggris

Ilustrasi wanita menggunakan rokok elektrik. (REUTERS/Eduardo Munoz)
Ilustrasi wanita menggunakan rokok elektrik. (REUTERS/Eduardo Munoz)

INGGRIS I Badan Statistik Nasional (ONS) Inggris melaporkan hasil survei terbaru mereka, bahwa terjadi kenaikan perokok wanita pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir.

Sebanyak 21 persen wanita di usia 16 hingga 34 tahun diketahui merokok. Sebelumnya, perokok wanita berkisar 20 persen di kategori usia yang sama. Pada 2008 silam, perempuan muda perokok tercatat sebesar 27 persen dan kemudian perlaha-lahan menurun.

Kenaikan paling tajam terjadi pada kategori 25 hingga 34 tahun dari 20,4 persen menjadi 21,8 persen.

Meski semakin banyak perempuan muda yang merokok, namun justru perokok laki-laki semakin berkurang yang semula 30,3 persen menjadi 26,6 persen.

Jumlah ini terus turun dibandingkan pada 1974, ketika pencatatan dimulai. Kala itu, satu dari dua lelaki Inggris adalah perokok. Kini, hanya satu berbanding lima. Pada perempuan juga mengalami penurunan dibanding 40 tahun yang lalu, dari satu banding tiga wanita menjadi satu banding enam.

“Jika ingin terus menurunkan jumlah perokok, perlu ada kebijakan pengendalian tembakau yang komprehensif mencakup kampanye di media massa serta bantuan bagi perokok yang ingin berhenti,” kata Deborah Arnott, dari lembaga swadaya masyarakat Ash (Action on Smoking and Health), seperti yang dilansir the Telegraph.

Jumlah Rokok Elektrik Naik

Keinginan berhenti merokok justru banyak diartikan dengan mengganti rokok biasa dengan rokok elektrik tanpa tembakau. Tindakan ini justru meningkatkan jumlah pengguna rokok elektrik atau vape.

Dalam laporan yang disampaikan ONS tersebut juga mencatat bahwa ada lebih dari dua juta orang di Inggris menggunakan rokok elektrik, meski masih ada yang juga merokok biasa.

Sebanyak 53 persen dari yang mengggunakan rokok elektrik mengatakan alasan utama mereka menggunakan rokok tanpa tembakau itu adalah untuk membantu mereka berhenti merokok. Sebanyak 22 persen mengatakan percaya bahwa rokok elektrik tidak lebih berbahaya dibanding rokok biasa.

Alasan menggunakan rokok elektrik untuk berhenti ternyata hanya berlaku bagi sebagian orang. Tercatat tiga dari empat mantan pengguna rokok elektrik masih merokok biasa. Namun, ada jutaan pula yang telah berhenti setelah mendapatkan konseling.

“Muncul bukti bahwa ketika rokok elektrik digunakan secara tepat dan dengan dukungan yang baik, rokok elektrik dapat membantu perokok untuk berhenti,” kata Kevin Fenton, Direktur Nasional Kesehatan Inggris seperti dilansir the Daily Mail.

“Bukti menunjukkan bahwa dua dari tiga perokok yang dikombinasikan rokok elektrik dengan pengawasan ahli dapat berhenti merokok total.” katanya. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya