OKI Maju Bersama

Jembatan Penghubung Desa Kuro Bangsal Terancam Roboh, Inovator Sumsel Tawarkan Solusi Kapal Pencacah Kumpai

3
×

Jembatan Penghubung Desa Kuro Bangsal Terancam Roboh, Inovator Sumsel Tawarkan Solusi Kapal Pencacah Kumpai

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Jembatan penghubung di Desa Kuro Bangsal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang menjadi akses vital bagi masyarakat menuju sejumlah desa disekitarnya, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan terancam roboh akibat tumpukan tumbuhan kumpai yang menyangkut di bawah konstruksi jembatan.

Tumpukan kumpai tersebut menghambat aliran sungai sehingga air tidak dapat mengalir secara normal. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko kerusakan pada struktur jembatan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang memanfaatkan jalur sungai, khususnya para petani, serta menghambat mobilitas warga dan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.

Menanggapi persoalan itu, Inovator Sumatera Selatan, Yudi Pratama, bersama Tim Inovasi SMKN 1 Tulung Selapan, menawarkan sebuah solusi inovatif berupa kapal pencacah tumbuhan kumpai. Teknologi ini dirancang untuk mencacah kumpai menjadi potongan-potongan kecil sebelum menumpuk dan menyangkut di bawah jembatan.

Yudi Pratama menjelaskan, selama ini penanganan tumbuhan kumpai umumnya hanya dilakukan dengan menghanyutkannya mengikuti arus sungai. Cara tersebut dinilai belum efektif karena kumpai yang hanyut kerap kembali menumpuk di titik lain, terutama di bawah jembatan berikutnya.

“Dengan kapal pencacah ini, tumbuhan kumpai dapat dihancurkan langsung di lokasi sehingga tidak lagi menyumbat aliran sungai maupun tersangkut pada konstruksi jembatan. Harapannya, aliran air menjadi lancar, risiko kerusakan jembatan dapat ditekan, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.

Selain menjaga kelancaran arus sungai, inovasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung aktivitas pertanian dan transportasi air yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Pampangan.

Tim Inovasi SMKN 1 Tulung Selapan berharap gagasan tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta instansi terkait agar dapat direalisasikan sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan penumpukan tumbuhan kumpai di sungai-sungai wilayah OKI.

Apabila inovasi ini dapat diwujudkan, kapal pencacah kumpai diyakini tidak hanya mampu melindungi infrastruktur jembatan dari ancaman kerusakan, tetapi juga meningkatkan keselamatan, kelancaran transportasi sungai, dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada akses tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *