oleh

Jarang Masuk Kerja, Dua Personil Polres Mura Dipecat

MUSIRAWAS | Kapolres Mura AKBP Efrannedy S. IK pimpin langsung, upacara pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) dua orang personil Sat-Shabara Polres Mura berlangsung di Halaman Apel Belakang Polres Mura Muara Beliti, Senin (2/11) pagi pukul 07.30 WIB. Keduanya ialah, Aipda Husni dan Briptu Juanda Karta Wijaya. Dimana, mereka bedua harus menanggalkan profesinya sebagai abdi negara anggota Polri, lantaran jarang masuk kerja. 

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy menegaskan sebagaimana dinamika organisasi yang terjadi di tubuh polri, PTDH senantiasa mendapatkan sorotan dari masyarakat. Begitu pun secara menyeluruh, mengenai tugas fungsi (Tupoksi) Polri yang tentunya sangatlah bersinggungan langsung berbagai aspek sendi-sendi kehidupan.

“Oleh sebab itu, seluruh personel Polres Mura dan PNS Polri agar selalu menjaga etika, moral dan perbuatan baik dilingkungan tempat tinggal maupun dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai anggota Polri,” Himbau Efrannedy.

Selain itu, efrannedy pun menyebutkan bahwa kepada dua personil menerima PTDH. Semua sudah sesuai aturan berlaku, yang mana keduanya melakukan kesalahan yakni tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya. 

“Dua orang personil kita ini, telah melakukan kesalahan yakni tidak disiplin dalam menjalankan tugas, dimana yang bersangkutan jarang masuk kerja,”bebernya.

Dan untuk diketahui bersama bahwa penertiban keputusan PTDH ini telah melalui mekanisne dan proses yang sangat panjang, sesuai prosedur hukum yang akuntabel dan selaras dengan hasil sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KEPP), berdasarkan peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

“Jadi, putusan PTDH terhadap anggota telah ditinjau dari beberapa aspek seperti “Asas Kepastian” dengan menitikberatkan adanya kepastian terhadap anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya “Asas” Distributif dan Kemanfaatan” yaitu telah dipertimbangkan seberapa besar manfaatnya bagi organisasi dan anggota polri yang dijatuhi PTDH tersebut,”Bebernya. 

Putusan PTDH tersebut, dipaparkan Efrannedy sudah berlandaskan “Asas Keadilan”. Maksudnya, Polres Mura harus berkomitmen mewujudkan keadilan terhadap oknum anggota polri yang telah melakukan pelanggaran norma etika dan disiplin sebagai anggota polri dengan memberikan,”Punishment” yang salah satu Implementasinya adalah penertiban keputusan Kapolda Sumsel Nomor :Kep/555/IX/2020 Tanggal 30 September 2020 Tentang PTDH, Aipda Husni Thamrin. “Sesuai Keputusan Kapolda Sumsel, Nomor KEP/564/IX/2020 Tanggal 30 September 2020,”paparnya.

Menurutnya, Walaupun sebelum mengambil keputusan ini, sudah diberi peringatan dan pendekatan, hanya saja yang bersangkutan masih melakukannya, oleh sebab itu dilakukan PTDH ini. “Sebaliknya terhadap anggota polri yang berprestasi harus diberikan reward/penghargaan sesuai prestasi yang dicapainya,”Tukasnya (NURDIN)

Komentar

Berita Lainnya