oleh

Jalan Desa Tanah Abang Muara Kuang Terendam Banjir

Fhoto : Istimewah
Fhoto : Istimewah

INDRALAYA I Akses jalan umum menuju ke Desa Tanah Abang, Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan terendam banjir kondisin ini terjadi sejak dua pekan terakhir. Bahkan satu jembatan di desa setempat mengalami kerusakan dan terpaksa diperbaiki seadanya dengan memasangkan kayu agar kendaraan dapat melintas.

Akibat banjir tersebut menyebabkan aktivitas warga setempat menjadi terganggu. Warga yang notabenenya berkebun atau ke sawah, kini terpaksa menunda aktivitasnya tersebut sampai air mulai surut, termasuk anak-anak pergi ke sekolah terpaksa menggunakan perahu.

Petugas Kecamatan Muara Kuang, Romingsi menyatakan banjir yang terjadi ini akibat dari meluapnya Sungai Ogan dan Sungai Randu.

“Kami akui sudah dua tahun terakhir ini tidak banjir. Tapi ditahun ini banjir tidak dapat dihindari akibat meluapnya Sungai Ogan dan Sungai Randu,” kata Romingsi.

Menurut dia, kondisi curah hujan tinggi mengakibatkan dua titik jalan umum terendam banjir dan satu jembatan mengalami kerusakan. Mengingat jembatan ini merupakan akses satu-satunya menuju ke Tanah Abang, akhirnya warga berinsiatif  memperbaiki jembatan dengan cara memasangkan kayu diatas jembatan.

“Ya, sejak satu pekan terakhir banjir berangsur mulai surut. Tapi genangan air masih menyelimuti jalanan,”terangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OI A Syakroni melalui Kasi Penanganan Darurat dan Logistik M Yusuf menambahkan pihaknya akan terus melakukan pemantauan di beberapa daerah di wilayah Kabupaten OI yang mengalami banjir.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap jumlah rumah yang terendam banjir.  Hasilnya akan disampaikan ke Bupati OI dan propinsi agar rumah warga yang terendam banjir segera mendapatkan bantuan baik berupa sembako maupun keperluan lainnya,”tuturnya.

Dia tidak menapik kalau akibat banjir ini warga setempat mengehntikan sementara pekerjaannya berkebun dan bertani.

“Sampai saat ini pihak kecamatan belum melaporkan berapa kuantitas rumah warga yang terendam banjir. Tapi secara kasat mata saja setidaknya ada lebih dari 100 kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir,”katanya. (ST)

Komentar

Berita Lainnya