oleh

Jadi Tersangka Sebagai Penadah, Jorena Malah Ucapkan Terima Kasih ke Polisi

Ogan Ilir l Sebut saja Jorena salah satu tersangka penadah peralatan sekolah dari lima tersangka yakni Pijai (41 tahun), Junoto (41 tahun), Randi (29 tahun), Aldino (28 tahun) dan Jorena (22 tahun) memiliki peran masing-masing, yang diamankan oleh Tim Gabungan Polres Ogan ilir, lantaran dengan melakukan spesialis pencurian dan pemberatan.

Dilihat sebelumnya kelima tersangka ini dihadirkan di Mapolres Ogan Ilir Sumatera Selatan menggelar Press Release ungkap kasus Bongkar Sindikat Spesialis Curat Laboratorium Komputer Sekolah Antar Provinsi di 25 tkp dengan total kerugian ditaksir 3,2 milyar rupiah, Jumat (25/06/2021).

Diketahui empat tersangka yakni Junoto, Randi dan Aldino berperan sebagai eksekutor pencurian dengan dalangnya Pijai.

Dari pengakuan tersangka Jorena berperan sebagai penadah barang yang berdomisili di Jakarta, dirinya menjelaskan, bahwa dirinya merupakan penadah peralatan sekolah antar provinsi tersebut, sontak dirinya juga mengucapkan terima kasih ke pihak kepolisian karena sudah menangkap dirinya.

” Alhamdulilah, dari hati yang paling dalam saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang telah menangkap saya merasa menyesal sekali atas perbuatan saya yang merugikan negara ini” sesal tersangka Jorena kepada beritamusi.co.id, Sabtu (26/06/2021).

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy didampingi Kasat Reskrim AKP Shisca Agustina dan Kanit Pidum IPDA Hari Putra Makmur. S.trk menerangkan, bahwa dari pengungkapan sindikat ini berawal dari laporan enam sekolah di Ogan Ilir yang kehilangan sejumlah unit komputer.

” Ya Ada sekolah-sekolah di Indralaya, Tanjung Raja dan Rantau Panjang yang jadi sasaran pencurian para tersangka,” bebernya.

Setelah Mendapat laporan pencurian ini, pihaknya langsung bergerak memburu para tersangka.

Alhasil petugas berhasil menangkap lima tersangka pembobol sekolah tersebut.

” Benar dari lima tersangka berhasil kami amankan. Ada tersangka pencurian termasuk otaknya dan satu tersangka penadah,” ungkapnya.

Lanjut, Kelima tersangka, kata Yusantiyo, merupakan warga Jakarta yang telah mencuri di 25 TKP, termasuk enam diantaranya di Ogan Ilir. Bahkan saat menggasak komputer dan sejumlah peralatan laboratorium sekolah di Ogan Ilir.

” Penadah barangnya ada di Jakarta,” terangnya.

Lebih lanjut, Pihaknya kini masih melakukan pengembangan terhadap sindikat pencurian antarprovinsi ini dan untuk tiga tersangka pencurian dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, Sementara dua tersangka penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tabun penjara.

” Saat ini kami terus melakukan pengembangan terkait sindikat ini. Karena ada kawanan sindikat ini yang beraksi di wilayah hukum Polda maupun Polres lainnya,” pungkasnya. (Abdus)

Komentar

Berita Lainnya