oleh

Ironis, Pejabat BPN Ogan Ilir Absen Ngantor

INDERALAYA I Kondisi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (24/3) kemarin tidak seperti biasanya. Beberapa ruangan terlihat sepi lantaran pegawai tidak masuk kantor. Akibatnya, sejumlah warga yang hendak mengurus surat tanah gigit jari lantaran orang yang dituju tidak ada ditempat.

Ironisnnya lagi  pegawai yang tidak masuk kerja itu memiliki jabatan strategis seperti kasubag hingga kepala seksi. Hanya pegawai loket dan Kepala BPN OI, Jakun Edi yang intens terlihat masuk kerja.

Informasi yang dihimpun dilapangan, sejumlah pegawai yang kerap tidak masuk berinisial HR sebagai Kasubag Tata Usaha, ZL sebagai Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah, RN sebagai Kepala Seksi Survey Pengukuran dan Pemetaan.

Selain itu YS, Kepala Seksi Pengukuran dan Penataan Pertanahan dan JS sebagai Kepala Seksi Pengendalian Pertanahan dan Pemberdayaan. Tidak masuknya para pegawai tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama dan masalah ini sudah menjadi rahasia umum.

Dul, warga Inderalaya mengaku sangat kecewa datang ke BPN OI melihat sepinya kantor pertanahan. Padahal dirinya datang ke BPN OI hendak mengurusi surat tanah.

“Saya sudah beberapa kali datang ke kantor BPN ini. Ketika ditanya ke petugas rupanya orang yang akan dituju tidak masuk kerja. Keesokan harinya saya datang lagi, rupanya masih tidak masuk kerja,”tuturnya.

Dia hanya berharap BPN pusat dapat melakukan reformasi birorkasi dnegan melakukan perombakan besar-besaran ditubuh BPN OI.

“Bagaimana mau menyelesaikan permasalahan tanah di OI dan menyelesaikan surat menyurat yang diusulkajn warga, jika pegawai BPN tidak pernah masuk kerja,”katanya.

Menyikapi hal itu, Kepala BPN OI, Jakun Edi saat dikonfirmasi membenarkan ada sejumlah pegawai yang memiliki jabatan strategis tidak masuk kerja lantaran beberapa hal mulai dari sakit hingga tanpa izin.

Kendati demikian, pihaknya tidak akan diam saja dan telah memberikan peringatan keras terhadap oknum pegawai yang kerap tidak masuk kerja.

“Benar ada pegawai yang tidak masuk kera. Saya juga tiap Minggu cek absensi mereka dan rupanya ada beberapa pegawai yang kerap bolos. Mereka yang bolos sudah saya tegur dan diberikan peringatan, “terangnya.

Dia mengakui, keberadaan pegawai di BPN OI ini memang sangat dibutuhkan. Sebab banyak pekerjaan yang harus diselesaikan terkait masalah sertifikat tanah ini.

Disinggung kekurangan SDM, Jakun mengaku jika di BPN OI ini mengalami kekurangan tenaga. Tingginya kebutuhan masyarakat mengurusi masalah tanah ini membutuhkan banyak pegawai.

Namun pihaknya telah mengusulkan masalah kekurangan tenaga itu ke BPN Sumsel. “Kami sudah usulkan ke BPN Sumsel terkait kekurangan tenaga ini. Namun sampai saat ini belum ada jawaban. Ya dengan adanya tambahan tenaga diharapkan dapat mempercepat proses dalam kepengurusan surat tanah, ” katanya.

Ditempat terpisah, para pegawai negeri sipil (PNS) di sebagian besar SKPD di lingkungan Pemkab OI tampak sepi. Bahkan kepala SKPD pun tidak terlihat sama sekali. Kondisi demikian terjadi di Komplek Perkantoran Tanjung Senai dan Pemkab lama di Jalintim Km 35. “Bapak lagi keluar, enggak tahu kemana,” ujar salah satu Pol PP di kantor PU Bina Marga Ogan Ilir. (ST)

Komentar

Berita Lainnya