oleh

IAIN Palopo Komitmen Lanjutkan Program USAID PRIORITAS

Fhoto : USAID Prioritas
Fhoto : USAID Prioritas

MAKASSAR I Program peningkatan kapasitas pendidikan USAID PRIORITAS telah mendapatkan banyak apresiasi pemerintah daerah dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Pemerintah Daerah Mitra seperti Maros, Bantaeng, Wajo dan lain-lain telah banyak melakukan penyebarluasan program pendidikan yang dianggap berkualitas ini ke sekolah-sekolah yang bukan sasaran langsung program USAID PRIORITAS dengan dana mereka sendiri yang diambil dari APBD maupun dari dana gratis.

IAIN Palopo  selangkah lebih maju dengan menggagas kerjasama dengan pemerintah daerah dan Kemenag Daerah Palopo untuk meneken MoU  guna melanjutkan program USAID PRIORITAS dengan dana Pemda hal ini dilakukan untuk mengantisipasi berakhirnya program kemitraan USAID PRIORITAS  pada 2017 mendatang.

“Apabila pada tahun 2017 program USAID PRIORITAS ini berakhir, IAIN Palopo berkomitmen melanjutkan progam ini bekerjasama dengan Pemda dan Kemenag setempat dengan dana mereka sendiri.”

“Pemerintah Daerah Palopo dan Kemenag sudah memberi lampu hijau penandatanganan MoU ini dan semoga bisa ditandatangani dalam waktu dekat,” kata Nensilianti, Spesialis Pengembangan LPTK USAID PRIORITAS Sulsel saat dihubungi Selasa(29/12/2015).

Oleh karena itu, IAIN Palopo  langsung tancap gas dengan membiayai sendiri pelatihan untuk pelatih mencetak fasilitator-fasilitator baru pembelajaran di kota tersebut, kecuali honor fasilitator dan perdiemn dan transport berangkat dan pulang.

Hal ini dilakukan dengan mendatangkan pelatih-pelatih USAID dan Spesialis Pengembangan LPTK Dr. Nensilianti, untuk melatih dosen-dosen perguruan tinggi  tersebut menjadi calon faslitator melanjutkan program USAID PRIORTAS secara mandiri.

Mereka nantinya  dipersiapkan untuk  melatih tenaga didik dari madrasah-madrasah yang ada di Palopo.

Pelatihan fasilitator mandiri tersebut dilaksanakan belum lama ini tanggal 17 – 20 Desember diikuti oleh 31 orang dosen. Ikut dalam pelatihan  wakil rektor, wakil dekan, bagian akademik, ketua microteaching dan lain-lain.

Agar para dosen menjadi fasilitator handal,  pelatihan juga diberi materi tambahan menjadi fasilitator handal, pendampingan efektif, dan pengoptimalan KKG MGMP.

Selama dilatih, mereka juga dinilai layak tidaknya jadi fasilitator lewat tingkat kehadiran, daya serap, dan kemampuan memodelkan membawakan pelatihan lewat teman sejawat. Dari 31 orang yang ikut, sekitar 2- 5 orang dinyatakan tidak lulus.

“Mereka juga tidak akan dilepas, tapi juga dicoaching lebih jauh, lewat pendampingan selama mereka mengadakan pelatihan-pelatihan,” ujar Nensilianti

Sebelum terjun ke lapangan secara langsung, mereka akan berlatih pula dengan secara langsung memfasilitasi mahasiswa dalam ruang kecil, mahasiswa PPL, mahasiswa muda atau baru dan mahasiswa diluar mata pelajarannya. Setelah itu,  baru mereka akan dilepas keluar dari kampus, atau melatih di sekolah-sekolah. “Dengan demikian mereka akan lebih terlatih sebelum terjun ke lapangan,” ujarnya

Sementara itu, Syamsuduhha, Dosen UIN Alauddin Makassar menyatakan bahwa UIN Alauddin Makassar juga telah merintis pembuatan MoU dengan Kemenag Sulawesi Selatan sehinggga diharapkan nantinya semua lingkungan Kemenag dibawahnya juga akan langsung melanjutkan program USAID PRIORITAS dengan dana sendiri. Direncanakan mereka akan menggelar  ToT untuk seluruh guru yang mewakili dari 23 Kabupaten di Sulawesi Selatan. “Insya Allah program model USAID PRIORITAS akan tetap jalan walau program ini berakhir,” ujarnya optimis.*

Komentar

Berita Lainnya