oleh

HMI (MPO) Palembang Darussalam Tanam 210 ribu Pohon

LAHAT | HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam melakukan penanaman sebanyak 210 Ribu Pohon di Kabupaten Lahat, tepatnya di delapan desa yang terletak di dua kecamatan yang terkonsentrasi sebagai wilayah pertambangan batu bara yakni Kecamatan Merapi Selatan tepatnya di Desa Suka Merindu, Desa Tanjung Beringin, Desa Geramat, Desa Lubuk Betung, Desa Perangai dan Kecamatan Merapi Barat di Desa Lebak Budi, Desa Negeri Agung dan Desa Ulak Pandan. Rabu, (19/12/2019).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Kita Selamatkan Bumi, Demi Masa Depan Yang Lestari,” ini bekerjasama dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah 1 Sumsel dan masyarakat Kecamatan Merapi Selatan & Merapi Barat Kabupaten Lahat.

Febri Walanda ST, Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam mengatakan, maraknya aktivitas pertambangan di Sumatera Selatan terkadang mengabaikan aspek kelestarian lingkungan, mulai dari masalah amdal sampai kepada masalah deforestasi dan penghijauan ulang kembali lahan bekas tambang yang tak pernah terealisasikan secara maksimal oleh perusahaan perusahan pertambangan di Sumatera Selatan.

Menurutnya, pemilihan lokasi Kabupaten Lahat sebagai titik awal Gerakan HMI Selamatkan Bumi ini tidak lain dikarenakan Kabupaten Lahat menjadi daerah yang beberapa tahun ini marak terdapat aktivitas pertambangan batu bara. Banyak sekali perusahaan tambang swasta yang cenderung tidak mengindahkan aspek kelestarian lingkungan setelah proses pertambangan.

“Jangankan untuk kelestarian lingkungan, untuk bantuan CSR kepada masyarakat di wilayah ring 1 pertambangan saja banyak sekali perusahaan tambang di Kabupaten Lahat (khususnya Kecamatan Merapi Selatan dan Merapi Barat) yang abai,” ujarnya.

Ditambahkannya, gerakan penghijauan ini juga dilakukan sebagai upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan sementara itu,  gerakan ini juga bertujuan untuk menyindir dan mengkritik secara nyata perusahan pertambangan batubara yang selama ini mengabaikan masalah pelestarian lingkungan di wilayah daerah pertambangannya.

“Gerakan merupakan langkah awal. Kedepan kita akan lakukan gerakan yang lebih besar lagi bersama masyarakat, stakeholder terkait, kaum cendikiawan dan intelektual untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh perusahan pertambangan. Kabupaten Lahat menjadi titik awal, lalu kemudian kita akan bergerak di kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di Sumatera Selatan yang memiliki permasalahan yang sama,” tegasnya.

Manager BPTH Wilayah 1, Riza Yanuardie S Hut MSi menyampaikan, pihaknya melihat bahwa konflik manusia dengan Harimau disebabkan habitatnya (hutan lindung) terganggu.

Menurutnya, Pemegang IPPKH di Bukit Barisan Kabupaten Lahat, Muara Enim, dan Pagaralam hendaknya bijak dalam operasional dan tetap mengedepankan prinsip kelestarian, keberlanjutan, masyarakat sejahterah. Karena itu KLHK dalam hal ini diwakili BPTH Wilayah 1 bekerja sama dengan HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam mengajak masyarakat/desa yang berada disekitar hutan lindung untuk menanam bibit pohon sebanyak 210.000 batang dari Persemaian Permanen Selangit BPTH wilayah 1 Ditjen PDASHL

Sementara itu, Ketua Forum Kades Kecamatan Merapi Selatan, Sarial Edwin (39) sangat mengapresiasi luar biasa apa yang dilakukan HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam.

“Sudah seharusnya ada gerakan penghijauan kembali dan upaya pelestarian hutan lindung dan lahan konservasi yang sekarang sedang rusak akibat aktivitas tambang di wilayah Merapi Selatan ini,” ujarnya.

Senada dengan itu Kades Desa Suka Merindu, Burdani (47), mengatakan, di Merapi Selatan ini banyak perusahaan tambang, tapi belum terdengar mereka melakukan aktivitas penghijauan. Bantuan CSR dari perusahaan tambang batubara pun belum terlihat signifikan di kecamatan ini, padahal ini wilayah ring 1.

“Kerusakan lingkungan di Kecamatan Merapi Selatan ini sudah sangat parah akibat aktivitas pertambangan, sudah tepat apa yang dilakukan oleh adik-adik HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam ini. Semoga gerakan ini bisa terus berlanjut dan menjadi langkah awal untuk penyelesaian permasalahan pelestarian lingkungan di daerah Lahat,”ujarnya. (Mirna)

Komentar

Berita Lainnya