pemkab muba pemkab muba
OKI Mandira

Hindari Pinjol, Baznas OKI Punya Pinjaman Tanpa Bunga

46
×

Hindari Pinjol, Baznas OKI Punya Pinjaman Tanpa Bunga

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Akses permodalan dan literasi keuangan menjadi persoalan masyarakat menengah ke bawah untuk memulai maupun mengembangkan usaha, sehingga mengarahkan mereka meminjam uang diantaranya lewat pinjaman online (pinjol) ilegal.

Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyediakan modal bagi masyarakat sesuai syariah tanpa bunga atau riba.

Ketua Baznas Kabupaten OKI Devison S.Pdi mengatakan, bantuan modal usaha merupakan salah satu bentuk komitmen pihaknya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi produktif.

“Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para mustahik. Gunakan modal ini untuk mengembangkan usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup keluarga,” ujar Davidson, Selasa (25/6/2024).

Bantuan pinjam modal usaha tanpa bunga tersebut diserahkan kepada 43 orang dengan nominal Rp 3.500.000. Dengan harapan, penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan pendapatan serta taraf hidup.

“Dasar kerjanya adalah tidak ada bunga. Tetapi kita minta kepada mereka yang pinjam, nanti pengembalian lebih baik atau dia berjanji ke depan akan sesuai dengan skema yang kita harapkan. Tahun ini kita kasih pinjaman, tapi tahun berikutnya sudah bisa jadi muzaki, harapan kita begitu,” tuturnya.

Selain pinjaman permodalan, Baznas OKI juga menyerahkan bantuan hibah modal usaha konsumtif kepada 20 penerima dengan total nilai bantuan masing-masing Rp 500.000.

Pj. Bupati OKI melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Antonius Leonardo, mengapresiasi program digagas oleh Baznas OKI itu.

Terobosan ini, menurutnya, satu inovasi positif dan patut dikembangkan. Sebab ikut mendukung program pemerintah mengentas angka pengangguran dan kemiskinan.

“Di luar itu, menjadikan warga sebelumnya kurang mampu. Nantinya hidup mereka lebih berproduktif dan menghasilkan nilai ekonomi. Pada akhirnya menjadi warga mampu sejahtera, tidak menutup kemungkinan ikut menginspirasi orang lain,” imbuh dia. (Jang Mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *