oleh

Heboh Tamu Hotel Kapsul di Jakarta Direkam Diam-diam Saat Mandi

Jakarta | Kabar perekaman diam-diam tamu hotel kapsul Bobobox bikin heboh. Laporannya viral di Twitter. Pihak hotel merespons dan mendukung pengusutan pelecehan seksual yang menimpa tamunya tersebut.

Korban menyampaikan peristiwa pelecehan seksual ini lewat utas di akun Twitter. Pada Kamis (13/5/2021), detikcom menghubungi korban dan mendapatkan izin yang bersangkutan untuk turut memberitakan peristiwa ini tanpa mengungkap identitasnya.

Lokasi pelecehan ini sendiri terjadi di hotel kapsul Bobobox Pods di Jakarta Pusat. Pada 12 Mei 2021, korban mandi di kamar mandi pria lantai 5 blok E, tepatnya di bilik kedua atau tengah. Kamar mandi di sini bertipe shared bathroom alias kamar mandi dalam satu ruangan namun dengan banyak bilik.

Ternyata ada tangan berponsel pintar yang terlihat keluar dari lubang sudut tembok kamar mandi.

CEO Bobobox Indra Gunawan merespons peristiwa ini lewat surat yang diunggah di akun Instagram Bobobox Indonesia, yakni @bobobox_id.

“Saya berterima kasih kepada Sahabat Bob yang berani untuk speak-up dan melaporkan kejadian yang dialami beliau, sehingga kami dapat mengambil tindakan yang tepat dan efektif. Dengan bantuan seluruh sumber daya yang ada, kami melakukan investigasi internal dan berhasil mengidantifikasi terduga pelaku. Bersama dengan korban, kami siap maju bersama untuk menindaklanjuti hal ini,” kata Indra Gunawan.

Bobobox berkomitmen untuk menyediakan kenyamanan dan keamanan bagi tamunya. Upaya peningaktan sistem keamanan akan dilakukan oleh pihak manajemen.

“Kami tidak ingin hal yang sama menimpa Sahabat Bob yang lain. Everyone deserves their privacy, and all of our customers deserves our protection,” kata Indra Gunawan.

Pihaknya telah memblacklist terduga pelaku. Dia memastikan terduga pelaku tidak akan bisa lagi menggunakan Bobobox di cabang manapun. Selain itu dari sisi operasional, Bobobox akan melakukan pembaruan sarana fisik untuk meningkatkan keamanan di area pods. Meski begitu, pihak Bobobox tidak bisa mengungkap identitas perekam karena status hukum si terduga pelaku yang belum mencukupi.

Pihak hotel Bobobox berjanji akan memberi pendampingan hukum bagi korban pelecehan seksual tersebut.

“Untuk dapat memproses kasus ini melalui jalur hukum, perlu kerja sama antara Bobobox dan (nama korban) dalam memberikan laporan kepada pihak yang berwajib, dan Bobobox akan mendampingi korban untuk melapor formal ke pihak kepolisian,” kata CEO Bobobox, Indra Gunawan, dalam keterangannya kepada wartawan.

Pihak Bobobox berempati kepada korban atas peristiwa tersebut. Selanjutnya, pihak berwajib dapat menjalankan kewenangannya untuk melakukan penyidikan laporan.

“Saat ini kami juga sedang berdiskusi dengan pihak legal kami untuk arahan langkah selanjutnya,” kata dia.

Sebenarnya korban sudah berupaya melapor ke Polres Metro Jakarta Pusat setelah dirinya mengalami perekaman tanpa izin itu. Namun saat itu, pihak polisi bingung memproses laporannya. Ke depan, korban dan pihak Bobobox akan segera melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Pusat.

“Dalam waktu dekat, saya dan CEO Bobobox akan mengadakan pertemuan dan sama-sama datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk melakukan pelaporan, agar selanjutnya proses penangkapan dan investigasi pelaku dilanjutkan oleh pihak kepolisian,” kata korban perekaman diam-diam itu, saat dihubungi detikcom.

Komentar

Berita Lainnya