oleh

Harga Elpiji Melambung, Anggota DPRD Babel Minta Pemda Ambil Tindakan Tegas

PANGKALPINANG – Masyarakat di Kabupaten Belitung mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kg dalam sebulan terakhir, ditambah lagi harga eceran yang beredar di masyarakat pun melambung tinggi di kisaran Rp30-Rp35 ribu, padahal harga eceran tertinggi (HET) hanya berkisar Rp22-Rp23 ribu.

Menanggapi permasalahan tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi menilai harga gas elpiji 3 kg yang beredar di pasaran saat ini sudah jauh melebihi HET yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Harga gas elpiji 3 kan sudah dipatok oleh pemerintah, kalau harga yang beredar di pasaran itu tidak terlalu jauh, mungkin kita masih maklum, dengan alasan misalnya ongkos angkut,” kata Beliadi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (16/2/2021).

Oleh karena itu, Anggota Dewan Dapil Belitung ini meminta pemerintah daerah mengambil tindakan tegas atau memberikan peringatan kepada agen atau distributor penyaluran gas elpiji agar tidak menjual diatas HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kalo yang sebenarnya ya seperti itu,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, kelangkaan LPG 3 kg subsidi ini juga salah satunya disebabkan oleh penyaluran yang tidak tepat sasaran.

“Nah di Indonesia ini budaya malu itu belum begitu tertanam di sifat masyarakat kita. Jadi seharusnya kalau orang mampu itu harus ada budaya malu untuk memakai gas melon itu, karena bukan hak dia,” ujarnya.

Oleh karena itu, Politikus Partai Gerindra ini mengimbau kepada masyarakat yang tingkat ekonominya berkecukupan agar tidak mengambil hak masyarakat lain yang kurang mampu.

“Kalau saya mengimbau saja, sebaiknya janganlah orang yang tidak berhak menggunakan gas melon dengan alasan yang tidak jelas, seharusnya tidak memakai gas subsidi itu,” imbaunya. (EDI)

Komentar

Berita Lainnya