Berita Daerah

Hanyut di Sungai Selangit, Ruslan Belum Ditemukan

528
×

Hanyut di Sungai Selangit, Ruslan Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
IMG-20200304-WA0029
pemkab muba pemkab muba

Lahat | Ruslan alias Lan, warga Desa Sumber Karya, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat, yang hanyut di Sungai Selangis, Jumat (28/2) lalu, hingga Rabu (4/3) belum juga ditemukan. Tim gabungan diantaranya BPBD Lahat, Basarnas, dan tim relawan Lahat Rafting, kini telah melakukan pencarian hingga ke Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Lahat.

Sejak hari pertama dilaporkan hanyut, hari ini pencarian Ruslan masuk hari ke enam. Sabtu lalu (29/2) warga melaporkan ada seorang pelajar yang sempat melihat sesosok mayat mengapung di Sungai Lematang, persisnya di bawah jembatan Desa Tanjung Mulak, Kecamatan Pulau Pinang.

“Belum ditemukan, memang Sabtu lalu ada laporan warga melihat sesosok mayat. Tapi saat diperiksa sudah tidak terlihat lagi,” kata Marjono, Kepala BPBD Lahat, Rabu (4/3).

Marjono mengatakan, pencarian terhadap korban akan terus dilakukan hingga hari ke tujuh. Jika di hari ke tujuh tidak juga ada perkembangan, pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengam Basarnas, untuk terus melakukan pencarian atau dihentikan.

“Sebenarnya sampai hari ke tujuh, tapi nanti kita koordinasikan dahulu. Jika nanti ada lagi informasi warga melihat sesosok mayat, pencarian akan kita lakukan lagi dari titik dilaporkan,” ujar Marjono.

Sebelumnya, Ruslan dilaporkan hanyut oleh istrinya, setelah kedua suami istri itu terseret arus sungai gara-gara nekat menyembarangi Sungai Selangis, saat hendak pergi ke kebun. Beruntung istri Ruslan berhasil selamat dari derasnya arus, meskipun sempat hanyut dan terseret ke sebrang sungai.

“Pencarian saat ini terfokus dari Sungai Lematang Desa Ulak Lebar hingga ke Desa Arahan. Dengan teknik melakukan sisir sungai. Jika belum ditemukan, esok akan melakukan pencarian dari titik 0 (TKP red), sampai Nanda, anggota Lahat Rafting. (Sfr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *