Lahat | Pemkab Lahat merelokasi 12 unit rumah hanyut dalam bencana banjir di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Senin (13/12). Biaya pembangunan 12 rumah warga tersebut selain dari Pemkab Lahat, juga dari donatur perseorangan, organisasi, perusahaan, dan Pemprov Sumsel. Sedangkan 13 rumah yang rusak berat, mendapat bantuan material perbaikan.
Wabup Lahat, H Haryanto SE MM MBA menegaskan, telah disiap 12 kavlingan tanah dengan ukuran 10×15 meter, dengan ukuran bangunan 6×6 meter. Namun, masyarakat yang rumahnya hanyut diberikan pilihan, bila ingin menerima bantuan rumah, lahan rumah lama harus ditinggalkan. “Kalau masih mau lahan bekas banjir, bantuan ini kami batalkan,” tegas Haryanto, disela-sela peletakan batu pertama pembangunan rumah korban banjir Keban Agung, Rabu (4/3).
Lahan rumah yang hanyut, kata Haryanto, akan dimanfaatkan pemerintah desa untuk aktivitas masyarakat desa. Seperti pembangunan lapangan untuk lokasi resepsi, bila ada masyarakat menggelar hajatan. “Pembangunan (rumah) akan dikerjakan TNI. Mengapa TNI? supaya lebih kokoh,lebih bagus, biaya juga lebih murah,” jelas Haryanto.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Lahat, Limra Naufan ST MT menambahkan, setiap rumah akan langsung dialiri listrik, dengan daya kisaran 450-900 watt, disesuaikan dengan kondisi awal ketika mereka mendiami di Desa.” Sedangkan lahan yang terdahulu, dihibahkan kepada pemerintah, nantinya bisa diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat,” katanya.(sfr)













