oleh

Gelar Pernikahan di Hari Peringatan Reformasi, Dua Aktivis Muda Banjir Ucapan Mulai dari Anies Baswedan hingga Sandiaga Uno.

Pernikahan adalah momen sakral yang tidak bisa dilupakan oleh siapapun juga, apalagi jika momen tersebut dilaksanakan di waktu yang tepat dan disaksikan oleh orang-orang yang tepat.

Sebagaimana proses pernikahan yang dialami kedua orang ini, Febri Walanda dan Ayu Diah Palupi. Kedua orang aktivis BEM yang pernah eksis pada masanya ini melanggengkan pernikahannya bertepatan dengan momen yang tidak mungkin bisa dilewatkan oleh para aktivis mahasiswa seluruh Indonesia, peringatan hari Reformasi 21 Mei.

Tak hanya waktu pelaksanaannya yang bertepatan dengan momen istimewa, tapi pernikahan ini juga mendapat ucapat selamat dari berbagai tokoh lokal maupun nasional Indonesia, mulai dari Zunnur Roin (Sekjen PB HMI), Ratu Dewa (Sekda Kota Palembang), Para anggota DPRD Kota & provinsi Lampung, M. Hidayat (Ketua DPD Partai Golkar Kota Palembang), Muzakkir Djabir (Direktur Utama Lembaga Sertifikasi Badan Usaha Gamana Krida Bhakti), Bunda Eva Dwiana (Walikota Bandar Lampung), Deddy Amarullah (Wakil Walikota Bandar Lampung) M. Chozin (TGUPP DKI Jakarta), Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), hingga sampai Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) juga turut memberikan ucapan berbahagia atas terselenggaranya pernikahan kedua orang aktivis ini.

“Kita awalnya tidak menyangka apabila pelaksanaan pernikahan ini akan bertepatan dengan momen sakral para aktivis mahasiswa seluruh Indonesia. Pemilihan 21 mei ini sebenarnya awalnya tidak didasarkan pada peringatan Reformasi ’98 silam, melainkan kita memilih tanggal tersebut karena bertepatan dengan hari jum’at di mana hari ini merupakan hari pernikahan para Nabi (termasuk Nabi Muhammad dan Siti Khadijah) serta para Wali,”ungkap Febri Walanda yang pernah menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya 2015 ini.

Febri yang saat ini tengah mengemban amanah Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Sumbagsel ini juga menambahkan bahwa dipilihnya 21 Mei 2021 ini dikarenakan tanggal tersebut masih berada di Bulan Syawal yang mana pernikahan di bulan ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

“21 Mei ini bagi Saya adalah hari istimewa karena di hari ini tepat 6 tahun silam Saya bertemu suami Saya di depan Istana Negara dalam rangka turut membersamai Aksi Demonstrasi terhadap kenaikan harga yang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama waktu itu. Waktu itu, 21 Mei 2015 Beliau demo sambil mengenakan tongkat patah kaki karena beberapa hari sebelumnya baru saja mengalami kecelakaan.”, ungkap Ayu Diah Palupi yang pernah menjadi Asmen Aksi & Propaganda BEM Unila 2015 dan saat ini aktif sebagai penggerak Pemuda Bandar Lampung di Kota Tapis Berseri ini.

 

Salah satu tamu undangan yang hadir, Taufiq Akbar, S.T., (Komisaris PT Sinergi Kebaikan Indonesia) mengungkapkan turut berbahagia atas pernikahan kedua aktivis ini, “Mereka ini pasangan aktivis yang sebelum menikah masing-masing aktivitas kesehariannya banyak diisi dengan berbagai macam kesibukan untuk rakyat. Karena itu, saya yakin dengan bersatunya mereka dalam ikatan suci ini spektrum kebaikan mereka dalam mengabdi kepada rakyat akan jauh lebih besar daripada sebelumnya. Selamat menikah, selamat membangun peradaban!”, ungkap Taufiq, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya 2012 – 2013 ini.

Komentar

Berita Lainnya