oleh

Gabungan LSM Pertanyakan Kelengkapan Aset, Begini Tanggapan Dirut PT SBS

MUARA ENIM – Gabungan LSM Anti Korupsi Sumatera Selatan melalui koordinatornya, Alex Kazjuda angkat bicara terkait laporan masyarakat EA, tentang lelang yang melalui PT Satria Bahana Sarana anak Perusahaan PT Bukit Multi Investama (PT BMI) yang bergerak dalam bidang pengangkutan darat, konstruksi, perdagangan, pertambangan, perbengkelan, jasa dan berkantor di Tanjung Enim.

Sudah 6 tahun ini, pihak PT SBS melakukan aktivitas penambangan batubara sebagai anak perusahaan PT BMI. Dan sampai saat ini PT SBS belum mampu mencapai laba yang diharapkan dan disinyalir merugi.

Dilanjutkan Alex, PT SBS melakukan lelang Asset Non Produktif (ANP), untuk menutupi hutang dengan pihak ke tiga pada Februari lalu, yang dimenangkan oleh PT DPA. ANP yang dilelang tersebut antara lain unit alat berat dan setelah dicek oleh ahli pemenang lelang, banyak yang tidak utuh lagi atau telah hilang seperti mesin, transmisi, dinamo start sudah sangat berbeda kondisinya ketika PT BMI mengakuisisi PT SBS aset tersebut dinyatakan utuh.

“Atas laporan EA tersebut, untuk itu Kami Gabungan LSM Anti korupsi sumatera selatan mempertanyakan ke mana kelengkapan aset non produktif tersebut,” ujarnya, Selasa (23/3/2021).

Menanggapi hal ini, Dirut PT SBS, Julismi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa hal tersebut dilaksankan sesuai prosedural. “Kalau persoalan tender ANP adalah aksi biasa bagi korporasi utk mengoptimalkan sumber daya dan secara ptosedural telah melewati tahapan persetujuan pemegang saham dll,” jelasnya.

Dia juga mengklaim bahwa lelang sudah dilakukan sesuai aturan. “Serta kajian-kajian pendukung. Dan ini telah dinilai oleh konsultan resmi yg sah sesuai auturan pengelolaan barang ANP. Dalam hal krlengkapan barang yg tidak lengkap adalah kondisi rill yg memang apa adanya karena peralatan rusak dan bekas , oleh karena itu panitia lelang dg memberi kesempatan bagi peserta tender utk melakukan pemeriksaan fisik dilapangangan utk menaksir nilai, dan memprediksi kondisi fisik real dilapangan,” tambahnya.

Pihaknya juga telah membuat berita acara bahwa mengakui telah melakukan pemeriksaan secara detail. Jika ada peserta lelang abai atau lalai dalam memanfaatkan wakyu yang diberikan untuk mengetahui kondisi alat dan melakukan biding tanpa pemeriksaan yang detail, maka tanggungjawab kesalahan biding lelang adalah risiko penawar lelang.

Kami punya berita acara yg menunjukan peserta lelang mengakui kalau sudah diberi kesempatan utk melskukan cek fisik secara detail sebelum tender. “Tapi kami menyadari bahwa peserta lelang personelnya ada yang tidak paham prosedur dan lalai melakukan pemeriksaan fisik yang menurut kami itu adalah resiko masing-masing. Tapi secara prosedural dan kerjasama telah kami buka agar proses dilakukan secara adil dan transparan,” ujarnya.

“Tapi kami menyadari bahwa peserta lelang personilnta ada yg tidak paham prosedur dan lalai melakuksn pemeriksaan fisik yg menurut kami itu adalah resiko masing2. Tapi secara ptosedural dan kerjasama telah ksmi buka agar proses dilakukan secara adil dsn transparan. Untuk lengkapnya detail info bisa diklarifikasi ke Sekper SBS pak Dayaningrat,” tutupnya. (Rahmad)

Komentar

Berita Lainnya