oleh

Gabsi OKU Targetkan Bridge Jadi Cabor Unggulan

BATURAJA I Ketua Umum PB Gabsi Kabupaten OKU Ferlan Juliansyah ID Murod mengharapkan Olahraga Bridge dapat menjadi cabang olahraga unggulan bagi kabupaten OKU di sejumlah kejuaraan bridge baik yang dilakukan secara terbuka,  maupun yang dilakukan secara resmi dari Pengurus besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi). Hal ini diungkapkannya saat menggelar temu akrab dan silaturahmi pengurus PB Gabsi Kabupaten OKU.

Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Gabsi kabupaten OKU untuk meningkatkan kinerja, terlebih baru keluarnya Surat Keputusan Pengda Gabsi Sumsel tentang susunan pengurus Gabsi kabupaten OKU tertanggal 31 Oktober lalu.

“Mumpung masih baru, jadi kita upayakan menjadikan Bridge ini sebagai cabor unggulan, apalagi pada 2017 nanti akan ada Pekan olahraga Provinsi ke XI di muara enim, tentu masih ada waktu untuk membina atlet yang akan diterjunkan,” tuturnya.

Sementara untuk memberikan penghargaan bagi atlet bridge berprestasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, guna penyediaan dana pembinaan atlet, khususnya atlet yang tergolong kurang mampu.

Sementara ketua Harian PB Gabsi OKU Dr Bambang yang juga merupakan rektor Universitas Baturaja menambahkan, untuk mewujudkan misi menjadi Bridge OKU menjadi cabor unggulan, pihaknya memasang rencana akan terjun ke sekolah-sekolah, dan melakukan pembinaan kepada atlet pemula.

“Nanti dari klub bridge yang ada di Universitas baturaja, kita akan terjun kesekolah melakukan pembinaan, sehingga jenjang pembinaan atlet menjadi lebih terarah. Ada atlet junior, atlet muda dan atlet unggulan,” tutur Bambang.

Dirinya menambahkan, jika menggunakan filosofi bridge yang selalu memandang jauh kedepan dengan rencana yang tersusun lari, tentu akan mampu mencetak generasi muda yang bisa berfikir cerdas. Hal ini dilakukan, karena dalam permainan ini, strategi, ketelitian dan pemikiran jauh kedepan menjadi patokan utama.

“Dengan Bridge ini kita akan coba merubah padangan masyarakat awam tentang ‘maen kartu’. Sejauh ini maen kartu selalu dianggap tabu, tapi jika bridge sudah bisa masuk ke sekolah tentu pandangan ini akan berubah, apalagi Bridge ini adalah olahraga otak yang resmi, dar tingkat kabupaten hingga tingkat dunia sudah ada,” pungkasnya. (Deni A. Saputra)

Komentar

Berita Lainnya