oleh

DPO Perampokan Toko Emas Prabumulih Dibekuk di Tanjung Raja

INDERALAYA I Unit Reskrim Polsek Tanjung Raja kembali berhasil meringkus Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Prabumulih yang merupakan satu dari lima pelaku yang diduga kuat terlibat dalam aksi perampokkan toko mas menggunakan senpi di Prabumulih tahun 2013 lalu. Tersangka tersebut yakni Idil Herman,45, warga Kelurahan Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI). Tersangka ditangkap petugas dini hari kemarin tanpa melakukan perlawanan apapun.

Informasi yang dihimpun dilapangan, berawal dari informasi masyarakat bahwa jika ada salah satu pelaku perampokan toko emas tengah berada di kawasan Sungai Pinang. Atas informasi itu, petugas langsung melakukan pengintaian hingga berujung penyergapan terhadap tersangka yang merupakan spesialis pelaku pencurian dengan perampasan lintas kabupaten.

Saat hendak ditangkap, tidak ada perlawanan dari pria bertubuh gempal tersebut. Saat itu, tersangka tengah asyik bermain biliar di salah satu rumah warga yang berada di kawasan Sungai Pinang Kabupaten OI.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam (sajam) yang terselip di balik pinggangnya.

“Tersangka Idil Herman ini merupakan DPO Polres Prabumulih. Tersangka merupakan satu dari lima pelaku yang terlibat aksi perampokkan toko mas di Prabumulih tahun 2013 lalu. Sedangkan kedua rekannya yakni Frans dan Nazar sudah terlebih dahulu tertangkap dan saat ini tengah menjalani masa tahanan. Ya, penangkapan ini merupakan hasil pengembangan terhadap kedua tersangka yang sudah dahulu ditangkap,” ujar Kapolsek Tanjung Raja AKP Herman Rozie, Rabu (6/4/2016).

Kapolsek melanjutkan bahwa dari hasil perampokkan toko mas yang dilakukan komplotan Idil cs tersebut, tersangka mendapatkan emas seberat 2 ons atau senilai Rp50 juta.

Kini tersangka berikut barang bukti langsung dilimpahkan ke Mapolres Prabumulih guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dihadapan penyidik, tersangka mengakui kalau perbuatannya itu dilakukan bersama rekan-rekannya.

“Perampokan di Prabumulih itu sudah beberapa tahun lalu pak dan hasilnya pun sudah habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,”akunya. (ST)

Komentar

Berita Lainnya