oleh

Ditabrak Ponton Jembatan Tanjung Raja Bergeser

jembatanINDRALAYA I Sebuah ponton pengangkut pasir berkapasitas sekitar 100 kubik yang kerap beroperasi di Kecamatan Rantau Alai  dan Kandis lagi-lagi menabrak tiang bawah jembatan Tanjung Raja, Rabu (20/4/2016) pagi. Akibatnya, tiang bawah jembatan menjadi retak dan terjadi pergeseran pada bagian penyangga besi.

Menurut penuturan warga setempat kalau kejadian ini sudah sering terjadi. Bahkan sebulan terakhir ini sudah tiga kali ponton menabrak tiang jembatan.

“Sekitar pukul 7.30WIB tadi ponton menabrak tiang jembatan. Kami melintasi jembatan ini sempat kaget. Ini sudah ketiga kalinya terjadi ponton pengangkut pasir menabrak jembatan Tanjung Raja. Akibatnya jembatan Tanjung Raja bergoyang dan mengalami retak dan terjadi pergeseran dibagian besi penyangga jembatan,”kata salah satu warga Tanjung Raja Imron.

Kendatipun sudah berulang kali terjadi, namun tidak ada upaya atau perbaikan yang dilakukan para pengusaha ponton pengangkut pasir.

Dia hanya berharap pemerintah dapat memberikan sanksi keras bagi pengusaha pengangkut pasir. Sebab jika terus berulang ponton menabrak tiang jembatan, maka dikhawatirkan jembatan tidak akan bertahan lama.

“Bayangkan saja saat ini saja penyangga jembatan sudah mulai bergeser. Bahkan pergeserannya pun sudah sangat melebar. Ini perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah,”tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Raja AKP Herman Rozie menjelaskan bahwa ponton pengangkut pasir bermuatan 120 meter kubik itu ditarik tugboat dari Desa Santapan Kecamatan Kandis menuju ke Desa Kapuk Kecamatan Pemulutan Selatan.

Namun ketika melintas dibawah jembatan Tanjung Raja, ponton atau tongkang pasir pada bagian kiri depan menabrak tiang bagian tengah sehingga menyebabkan ponton oleng dan tali pengikat terputus sehingga menyebabkan lantai jembatan retak dan bergeser.

“Ponton pasir tersebut dari Desa Santapan Kecamatan Kandis hendak menuju ke Desa Kapuk Kecamatan Pemulutan Selatan. Ketika akan melintas di bawah jembatan, ponton menabrak tiang tengah sehingga ponton oleng dan tali pengikat putus,”tuturnya.

Saat ini, kata Kapolsek, sopir tugboat bernama Sarwani,48 dan awak kapal yakni Hendra,38 dan Riki,18, semuanya warga Palembang sudah dimintai keterangan dan pihaknya telah melaporkan perihal kejadian ini ke Polres OI. (ST)

Komentar

Berita Lainnya