oleh

Dewan OKU Dorong Pemkab Berikan Stimulan Gaji Guru Honorer

Ogan Komering Ulu | DPRD OKU mendorong Pemerintah agar memberikan stimulan bagi Honorer dan tenaga pendidikan usia diatas 35 tahun untuk mendapatkan stimulan gaji guna mengangkat derajat hidup mereka.  Hal itu terungkap saat pertemuan antara DPRD OKU dengan perwakilan Guru Honorer dan Tenaga Kependidikan Non Kategori diatas usia 35 tahun (GHTKNK 35+) yang digelar di ruang Komisi I DPRD OKU, Selasa (5/1/2021).

Candra salah satu guru honorer non kategori di Kabupaten OKU mengatakan, kedatangan mereka ke Komisi I DPRD OKU guna mengadukan nasib mereka. Menurutnya, dirinya hanya menerima upah Rp100 ribu per bulan. Dihadapan sejumlah anggota DPRD OKU, Candra selaku guru honor di SMP N 27 OKU yang juga selaku ketua koordinator GTHNK 35+ se Kabupaten OKU meminta dukungan dari DPRD OKU untuk memberikan perhatian atas nasib 478 orang GTHNK 35+ yang ada di OKU.

“Kami ini guru dan tenaga kependidikan yang usia kami diatas 35 tahun, kami tidak bisa lagi ikut tes CPNS, sebulan kami hanya menerima gaji 100 ribu, bahkan ada juga yang menerima dibawah itu,” ungkapnya dihadapan anggota DPRD OKU dengan suara tertatih-tatih dan mata yang berkaca menahan tangis.

Diungkapkannya, kedatangan pihaknya menemui wakil rakyat untuk meminta dukungan agar nasib GTHNK 35+ OKU lebih terangkat. Untuk itu pihaknya berharap agar DPRD dan Pemkab OKU lebih memikirkan nasib mereka.

“Kami meminta agar 478 GTHNK 35+ OKU ini dapat diangkat sebagai P3K tanpa tes, selain itu kami juga meminta dukungan dari DPRD OKU, kami akan mengikuti Munas di Jakarta pada Februari mendatang,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wakil ketua DPRD OKU Yudi Purna Nugraha SH yang memimpin rapat didampingi ketua Komisi I DPRD OKU Ledi Patra bersama sejumlah anggota DPRD lainnya merespon positif keluhan para GTHNK 35+.

“Terkait rencana GTHNK 35+ OKU yang akan berjuang ke Jakarta mengikuti Munas, secara pribadi kami akan bantu akomodasi sebesar 10 juta. Selain itu, kami akan segera memanggil pihak terkait (Dinas Pendidikan OKU) untuk membahas apakah memungkinkan Pemkab OKU memberikan stimulan gaji tambahan kepada GTHNK 35+ OKU agar hidup mereka lebih baik,” tegas Yudi dihadapan perwakilan GTHNK 35+ OKU.

Lebih lanjut dijelaskan politisi asal PAN ini dasar dari pemberian stimulan yaitu Peraturan Bupati, dimana pihaknya akan mendorong Pemkab OKU untuk memberikan stimulan tersebut bagi GTHNK 35+.

“Kami berkeyakinan keuangan daerah mampu memberikan stimulan bagi guru honor non katagori, tinggal lagi mau atau tidaknya pemerintah daerah. Memang seyogyanya gaji tenaga honorer itu sesuai dengan UMR, dimana UMR merupakan standar layak memenuhi kebutuhan hidup, namun kembali lagi kepada kemampuan keuangan daerah. Yang jelas kami akan berjuang agar GTHNK 35+ dapat lebih diperhatikan terutama kesejahterannya,” pungkas Yudi. (Sumber: rumahberita.co.id)

Komentar

Berita Lainnya